Jakarta, CNBC Indonesia - Selama bertahun-tahun, para peneliti bertanya-tanya cara paus sperma bertahan di posisi vertikal dan diam di dalam air saat beristirahat tanpa melayang ke permukaan atau justru tenggelam. Kini jawabannya terungkap. Paus sperma secara teratur melepaskan gelembung udara untuk mengatur daya apung tubuhnya.
Penemuan ini dipublikasikan dalam kajian terbaru yang menganalisis pergerakan dan suara 42 ekor paus sperma yang diberi pelacak selama lebih dari 14 tahun pengamatan di perairan Norwegia.
Paus sperma memiliki kepala berisi minyak spermaceti yang membuatnya sangat ringan dan cenderung melayang ke atas seperti gabus. Saat beristirahat dengan posisi tegak dengan kepala menghadap permukaan, udara di paru-parunya akan memuai seiring semakin dangkal kedalaman. Mekanisme ini mendorong tubuh sperma terus bergerak naik.
Agar tetap diam di tempat, paus melepaskan gelembung udara berkala dari lubang pernapasan. Cara ini menyeimbangkan daya apung hingga mencapai titik "netral", sehingga mereka bisa menggantung diam tanpa perlu mengepakkan ekor.
Pilihan Redaksi
- Harga Jual Kulkas Manusia Made in Jepang, Listrik Lebih Hemat dari AC
- Peluk dan Cium Kunci Perdamaian, Buktinya Dibeberkan Penelitian
- NASA Ternyata Sudah Bertemu Alien di Mars 50 Tahun Silam
Paus yang tidur dekat ke permukaan laut, melepaskan gelembung rata-rata 11 kali setiap sesi istirahat. Mereka yang beristirahat sambil naik dari lokasi yang sangat dalam hanya butuh melepaskan gelembung 3-4 kali saja, karena tekanan air yang dalam sudah memadatkan udara di tubuhnya
Dalam satu kasus, seekor paus melepaskan gelembung hingga 36 kali dalam satu kali istirahat
Paus sperma diketahui tidak tidur panjang seperti manusia, tetapi beristirahat selama 6-31 menit dengan posisi tegak lurus di bawah permukaan laut. Ada tiga cara mereka melakukannya yaitu menurunkan ekor lebih dulu, menyelam sebentar lalu memutar kepala ke atas, atau beristirahat perlahan saat naik kembali dari penyelaman dalam.
"Saat kita mendengarkan rekaman, suara gelembung terdengar hampir di semua sesi tidur, sekitar 92 persen kasus," ujar tim peneliti dari Universitas St Andrews.
Penemuan ini menjelaskan salah satu misteri perilaku hewan laut terbesar, sekaligus menunjukkan cara hewan besar beradaptasi dengan hukum fisika untuk bertahan hidup di lautan.
(dem/dem)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]