Jakarta, CNN Indonesia --
Identitas Kependudukan Digital (IKD) yang dikembangkan Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) meraih penghargaan Top Public Service Application for Ministry.
Acara tersebut turut dihadiri Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Bidang Komunikasi dan Media Massa Molly Prabawaty yang mewakili Menteri Komdigi Meutya Hafid, Direktur Infovesta Utama Wawan Hendrayana, serta para perwakilan kementerian/lembaga, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan perusahaan swasta penerima penghargaan.
Penghargaan ini diberikan sebuah media nasional, Kamis (30/7) di Jakarta. Penghargaan diserahkan pada Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Benni Irwan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
IKD merupakan KTP elektronik dalam bentuk digital yang tersimpan di telepon seluler. Aplikasi ini memuat data kependudukan, Kartu Keluarga (KK), serta dokumen penting lainnya sehingga memudahkan masyarakat mengakses berbagai layanan administrasi, layanan kesehatan, perbankan, maupun pendidikan tanpa perlu membawa atau menggandakan dokumen fisik.
Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada kementerian, lembaga, badan usaha, dan berbagai organisasi yang terus beradaptasi, berinovasi, serta menghadirkan manfaat bagi masyarakat melalui transformasi digital.
Media menjadi saksi lahirnya ide-ide baru, menjadi saksi keberanian perusahaan untuk berubah, dan menjadi saksi bagaimana inovasi menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
"Kami ingin memberikan apresiasi kepada para pelaku perubahan itu," kata CEO JawaPos.com Dhimas Ginanjar saat memberikan sambutan pada pembukaan JawaPos.com Digital Excellence Awards 2026, di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara Jakarta, Kamis (30/7).
Ia mengungkapkan, keberhasilan transformasi digital tidak semata ditentukan oleh teknologi yang digunakan, tetapi juga oleh budaya kerja dan keberanian organisasi untuk terus berubah mengikuti perkembangan zaman. Ia menegaskan bahwa teknologi bukanlah tujuan, melainkan alat.
"Yang paling penting adalah keberanian untuk berubahnya, karena apa pun teknologi yang digunakan akan sulit kalau misalkan dari budaya kerja dan perusahaannya tidak ada yang mau berubah," katanya.
Menurutnya perkembangan teknologi berlangsung sangat cepat sehingga setiap organisasi dituntut untuk terus belajar. Perjalanan tersebut tidaklah mudah sehingga setiap organisasi dituntut untuk terus beradaptasi dan tidak cepat berpuas diri atas capaian yang telah diraih.
(sur)
[Gambas:Video CNN]