IHSG Dibuka Memerah Dibayangi Koreksi Serupa Bursa Asia dan Wall Street

July 2026 · 2 minute read

Jakarta, VIVA – IHSG dibuka melemah 10 poin atau 0,17 persen di level 6.185 pada pembukaan perdagangan Senin, 27 Juli 2026.

Baca Juga

Head of Retail Research Analyst, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi lanjutkan koreksi pada perdagangan hari ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"IHSG berpotensi melanjutkan koreksi hari ini dengan target koreksi middle term di 6.050-6.150," kata Fanny dalam riset hariannya, Senin, 27 Juli 2026.

Baca Juga

IHSG

Photo :

Bursa Asia terkoreksi pada perdagangan Jumat pekan lalu, mengikuti penurunan Wall Street. Investor semakin skeptik bahwa dana yang digelontorkan ke pembangunan AI akan menghasilkan return yang memadai.

Baca Juga

Indeks Nikkei 225 Jepang turun 2,73 persen, dan Topix melemah 1,05 persen. Sementara di Korea Selatan, indeks Kospi dan Kosdaq anjlok masing-masing lebih dari 5 persen.

Selain itu, Hang Seng Hong Kong turun 0,98 persen, CSI 300 melemah 1,67 persen, Taiex Taiwan turun 2,67 persen, dan ASX 200 Australia berkurang 0,75 persen. Di sisi lain, Straits Times menguat 0,12 persen dan FTSE Malaysia melemah 0,79 persen.

Semakin menekan sentimen, harga minyak Brent ditutup pada level US$96,78/bbl. Sementara itu, latar belakang geopolitik membuat investor semakin cermat memperhatikan perdagangan AI. Pasar menuntut bukti bahwa pengeluaran AI besar-besaran akan menghasilkan pendapatan yang sesuai.

"Support IHSG berada di level 6.050-6.150 sementara resist IHSG di rentang 6.250-6.300," ujarnya.

Sebagai informasi, indeks-indeks saham Wall Street mayoritas ditutup menguat pada perdagangan Jumat pekan lalu. Namun, pelemahan saham-saham semikonduktor serta ketidakpastian terkait konflik di Timur Tengah, membatasi penguatan pasar meski harga minyak dunia sempat terkoreksi.

Indeks S&P 500 ditutup naik tipis 0,05 persen dan Dow Jones Industrial Average menguat 0,46 persen. Sedangkan, Nasdaq Composite turun 0,64 persen. Penguatan Dow Jones ditopang lonjakan saham Apple, melesat sekitar 3,5 persen.

Di sisi lain, Reuters melaporkan Pakistan tengah menjajaki peluang pembukaan kembali perundingan damai antara AS dan Iran atas dorongan China. Namun, peluang dimulainya negosiasi dinilai masih menghadapi berbagai hambatan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski demikian, sentimen pasar kembali memburuk setelah Presiden AS, Donald Trump menyatakan, pihaknya tengah mempertimbangkan serangan militer yang lebih besar terhadap Iran.

Menurut laporan The New York Times, Trump pada Jumat bertemu dengan para penasihat senior dan anggota kabinetnya, untuk membahas kemungkinan meningkatkan serangan terhadap Iran. Ketidakpastian tersebut membuat pelaku pasar enggan mengambil posisi agresif menjelang akhir pekan karena khawatir konflik akan semakin meluas.

Halaman Selanjutnya

Harga minyak sempat melemah setelah muncul harapan perundingan damai. Harga minyak mentah Brent ditutup turun hampir 4 persen menjadi US$96,78/bbl. Sedangkan, harga minyak mentah WTI turun sekitar 3 persen ke US$89,31/bbl.