Sabtu, 8 Agustus 2026 - 16:01 WIB
VIVA – Budidaya ikan lele menjadi salah satu ide bisnis yang cukup menarik bagi Anda yang ingin memulai usaha dari skala kecil. Permintaan terhadap ikan lele juga relatif mudah ditemukan, mulai dari pasar tradisional hingga warung makan yang menjadikannya sebagai menu utama.
Baca Juga
Selain tidak membutuhkan lahan yang terlalu luas, lele dapat dibudidayakan menggunakan kolam terpal. Media ini memungkinkan pembudidaya menyesuaikan ukuran kolam dengan lahan dan modal yang tersedia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Namun, sebelum memulai, perhitungan biaya perlu dilakukan dengan cermat agar modal tidak habis di tahap awal. Berikut ulasan lengkapnya sebagaimana dihimpun Viva dari kanal YouTube Nico Multimedia, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Baca Juga
Modal membuat kolam terpal
Kolam menjadi kebutuhan pertama yang harus disiapkan. Dalam budidaya skala kecil, kolam terpal dapat dibuat menggunakan rangka bambu yang kemudian dilapisi terpal sebagai wadah air.
Baca Juga
Ukuran kolam, tergantung dengan luas lahan yang tersedia. Misalnya, jika ukuran kolam 3 x 5 meter, maka rangka bisa dibuat menggunakan bambu, dan menggunakan terpal berukuran 4 x 6 meter.
Biaya pembuatan kolam tentu dapat berbeda-beda tergantung harga bahan dan tenaga kerja di masing-masing daerah. Namun, sebagai gambaran, biaya pembuatan kolam ukuran tersebut diperkirakan sekitar Rp1 juta apabila menggunakan jasa tenaga kerja.
Angka tersebut perlu dipahami sebagai biaya pembuatan kolam, bukan total modal usaha hingga panen. Jika Anda memiliki modal Rp1 juta secara keseluruhan, maka perlu mencari alternatif kolam yang lebih murah atau memanfaatkan fasilitas yang sudah tersedia.
Pasalnya, setelah kolam selesai dibuat, masih ada kebutuhan lain seperti benih, pakan dan biaya perawatan.
Berapa benih yang bisa ditebar?
Kapasitas kolam menjadi faktor penting dalam menentukan jumlah benih. Pada kolam berukuran 3 x 5 meter, contoh budidaya tersebut menggunakan sekitar 2.500 ekor benih.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Benih yang digunakan merupakan benih pembesaran. Pemilihan ukuran benih menjadi salah satu pertimbangan karena benih yang terlalu kecil membutuhkan perhatian lebih dan memiliki risiko kematian yang lebih tinggi apabila pengelolaannya kurang tepat.
Kepadatan juga tidak boleh diabaikan. Jumlah ikan yang terlalu banyak dapat membuat kualitas air lebih cepat menurun. Sebaliknya, kepadatan yang terlalu rendah membuat kapasitas kolam tidak dimanfaatkan secara optimal. Karena itu, jumlah benih sebaiknya disesuaikan dengan ukuran kolam dan kemampuan Anda dalam mengelola kualitas air.
Halaman Selanjutnya
Pakan menjadi komponen biaya terbesar