IDAI memperkuat deteksi dini penyakit jantung anak di Sumba Barat
Senin, 21 September 2026 18:57 WIB
Dokter melakukan pemeriksaan kesehatan anak dalam kegiatan bakti sosial IDAI di Kabupaten Sumba Barat, NTT. (ANTARA/HO-IDAI)
Kupang, NTT (ANTARA) - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memperkuat deteksi dini penyakit jantung anak di Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), melalui pemeriksaan Ekokardiografi (EKG) gratis terhadap lebih dari 100 anak.
Ketua Pengurus Pusat IDAI Piprim Basarah Yanuarso dalam keterangannya di Kupang, Senin, mengatakan kegiatan pengabdian masyarakat di wilayah-wilayah penting, seperti Sumba Barat, merupakan bagian tak terpisahkan dari komitmen IDAI untuk melayani anak-anak Indonesia.
"Kami di IDAI akan terus mengedukasi masyarakat dan memberikan pelayanan langsung kepada anak-anak Indonesia, termasuk di berbagai wilayah Indonesia dan kepulauan," ucapnya.
Ia mengatakan sepanjang kegiatan bakti sosial lebih dari 100 anak dari berbagai desa di Sumba Barat mendapatkan pemeriksaan EKG secara gratis, yang dapat melihat struktur dan fungsi jantung secara langsung, mendeteksi kelainan bawaan (kongenital) maupun didapat (seperti penyakit jantung rematik) sejak stadium paling awal.
Menurutnya, Indonesia masih menghadapi tantangan besar dalam kesehatan anak, termasuk tingginya angka kematian bayi dan balita, rendahnya cakupan imunisasi, serta masalah stunting dan gizi buruk.
"Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi inspirasi bagi pemangku kepentingan untuk terus berinvestasi dalam kesehatan anak, karena setiap detak jantung anak yang sehat adalah detak masa depan bangsa," ujarnya.
Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Kardiologi IDAI Rizky Adriansyah menambahkan deteksi dini penyakit jantung pada anak sangat krusial untuk keselamatan pasien.
Menurut dia, anak dengan Penyakit Jantung Bawaan (PJB) harus dikenali lebih awal agar dapat dirujuk dan ditangani secara tepat.
"Anak dengan PJB harus dikenali lebih awal agar dapat dirujuk dan ditangani secara tepat. Deteksi dini sangat krusial untuk keselamatan pasien," ucapnya.
Sementara itu Ketua IDAI Cabang NTT Woro Indri Padmosiwi menyatakan kegiatan pengabdian masyarakat di Sumba Barat merupakan bagian dari program rutin tahunan IDAI Cabang NTT. Pihaknya secara konsisten memilih satu wilayah untuk pelaksanaan bakti sosial setiap tahunnya, dengan fokus pada daerah-daerah yang memiliki kebutuhan kesehatan anak yang tinggi.
"Kami memilih wilayah-wilayah seperti Sumba karena aksesnya masih terbatas dan angka stunting cukup tinggi. Kegiatan ini adalah bentuk pengabdian kami kepada masyarakat, karena kami ingin memastikan anak-anak di NTT mendapatkan hak kesehatan yang sama," ujarnya.
Ia mengatakan kegiatan tersebut melibatkan dokter spesialis anak dari berbagai kabupaten di NTT serta bekerja sama dengan puskesmas dan pemerintah daerah setempat untuk memastikan keberlanjutan program.
Selain itu tim UKK Kardiologi IDAI juga menggelar pelatihan intensif bagi para tenaga medis kesehatan di Kabupaten Sumba Barat. Pelatihan ini mencakup kemampuan dasar mendeteksi penyakit jantung pada anak, interpretasi hasil pemeriksaan dasar, serta manajemen awal kegawatdaruratan jantung.
Pewarta : Yoseph Boli Bataona
Editor:
Anwar Maga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.