IAHN Mpu Kuturan Gelar Ritual Metatah Massal, Ringankan Beban 351 Umat Hindu |Republika Online

August 2026 · 3 minute read

REPUBLIKA.CO.ID, SINGARAJA, – Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Mpu Kuturan Singaraja, Bali, meringankan beban ratusan umat Hindu dengan menggelar ritual metatah massal. Kegiatan yang merupakan potong gigi dalam tradisi Hindu ini diikuti oleh 351 peserta dari sejumlah daerah di Bali dan luar Bali.

Ketua Panitia Pelaksana Metatah, Ida Bhawati Dr. Ketut Agus Nova, di Singaraja, Kabupaten Buleleng, Minggu, menyatakan bahwa kegiatan ini merupakan penyelenggaraan Metatah Bersama yang ke-10. “Sebanyak 351 peserta mengikuti upacara metatah bersama yang diselenggarakan di Kampus IAHN Mpu Kuturan Singaraja,” katanya.

Peserta kegiatan tersebut tidak hanya berasal dari wilayah Bali seperti Kabupaten Buleleng, Jembrana, Karangasem, dan Tabanan. Umat Hindu dari luar Bali, termasuk dari Kediri, Blitar, serta Nusa Tenggara Timur, juga turut berpartisipasi dalam ritual sakral ini.

Dalam agama Hindu, metatah atau upacara potong gigi dimaknai sebagai proses pengendalian sifat-sifat buruk dalam diri manusia. Ritual ini juga menjadi penanda kedewasaan seseorang secara keagamaan.

Rangkaian Prosesi Sakral

Ida Bhawati menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan dimulai dengan registrasi peserta. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan upacara penyekeban atau magekeb, yaitu prosesi persiapan dan penyucian diri sebelum pelaksanaan upacara utama.

Prosesi itu diawali dengan mabiyakala, yaitu upacara pembersihan dari pengaruh negatif. Dilanjutkan dengan durmanggala atau penyucian dari hal-hal yang tidak baik, serta prayascita, yakni upacara penyucian lahir dan batin.

“Peserta kemudian mengikuti persembahyangan untuk memohon anugerah kepada Dewaning Tatah, yaitu manifestasi Tuhan yang diyakini memberikan perlindungan dan kelancaran dalam pelaksanaan upacara potong gigi,” papar dia.

Rangkaian selanjutnya adalah natab banten menek bajang, yaitu menerima dan memohon berkah melalui sarana persembahan dalam upacara menuju kedewasaan. Prosesi tersebut mencakup ngeraja swala bagi perempuan dan ngeraja singa bagi laki-laki sebagai simbol memasuki masa dewasa.

Peserta juga menjalani prosesi mapetik, yakni pemotongan rambut secara simbolis, kemudian merajah atau pemberian simbol-simbol suci pada tubuh. Setelah itu, peserta menjalani prosesi metatah di balai yang telah disiapkan dengan didampingi keluarga masing-masing.

Setelah prosesi utama selesai, sulinggih melaksanakan ngarga tirta, yaitu membuat atau memohon air suci, dan mapedudusan, yakni upacara penyucian. Rangkaian kemudian dilanjutkan dengan natab banten petatahan atau menerima berkah dari sarana upacara metatah serta pangubaktian, yaitu persembahyangan sebagai wujud bakti kepada Tuhan.

“Kegiatan ditutup dengan acara seremonial, sembah sungkem atau penghormatan kepada orang tua, serta pembacaan Parama Santi, yaitu doa penutup untuk memohon kedamaian dan keselamatan,” katanya.

Dukungan Kampus dan Kementerian Agama

Sementara itu, Wakil Rektor III IAHN Mpu Kuturan Singaraja, Dr. I Nyoman Miarta Putra, M.Ag., mengatakan kegiatan Metatah Bersama tersebut merupakan bentuk nyata komitmen kampus. Hal ini sejalan dalam mendukung program “Kementerian Agama Berdampak” yang digagas Kementerian Agama RI dan Ditjen Bimas Hindu.

“Melalui UKM Upakara yang didukung civitas akademika, IAHN Mpu Kuturan kembali menyelenggarakan Metatah Bersama yang diikuti ratusan masyarakat dari berbagai wilayah di Bali hingga Jawa Timur,” katanya.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut mendapat dukungan dan apresiasi dari Rektor IAHN Mpu Kuturan beserta jajaran. Hal ini karena acara tersebut menjadi wujud nyata pengabdian kepada masyarakat sekaligus pelayanan keagamaan Hindu yang inklusif dan memberikan dampak langsung bagi umat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh umat yang telah mempercayakan pelaksanaan kegiatan ini kepada IAHN Mpu Kuturan. Semoga kegiatan serupa dapat terus terlaksana dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat pada masa yang akan datang,” ujarnya.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara