HUT ke-81 RI, Kilang Plaju perkuat kemandirian energi lewat biosolar B50
Senin, 17 Agustus 2026 20:10 WIB
Kilang Pertamina Plaju Palembang, Sumatera Selatan, melakukan pengembangan bahan bakar nabati secara bertahap, mulai dari B20, B30, B35, B40, hingga yang terbaru Biosolar B50. (ANTARA/HO/RU3)
Palembang (ANTARA) - Peringatan 81 tahun Kemerdekaan RI menjadi momentum penting bagi Kilang Plaju (Pertamina RU III Plaju) di Palembang, Sumatera Selatan, untuk terus memperkuat peran strategisnya dalam mendukung kemandirian dan ketahanan energi nasional.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Plaju, Khabibullah Khanafie, menyatakan bahwa perjalanan sejarah selama lebih dari satu abad menjadi fondasi utama bagi para pekerja untuk terus beradaptasi dengan kebutuhan zaman.
"Lebih dari satu abad perjalanan Kilang Plaju menjadi bagian dari perjalanan bangsa. Semangat tersebut kami lanjutkan dengan menjaga keandalan operasi sekaligus menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan Indonesia," kata Khabibullah di Palembang, Senin.
Kilang pengolahan minyak tertua di Indonesia yang beroperasi sejak 1904 tersebut kini memiliki kapasitas desain pengolahan mencapai 120 ribu barel per hari. Didukung lima Crude Distillation Unit (CDU), fasilitas di tepian Sungai Musi ini memproduksi beragam produk bahan bakar minyak (BBM), non-BBM, serta produk intermedia.
Seiring berkembangnya kebutuhan industri dan energi, Kilang Plaju terus melahirkan berbagai inovasi. Salah satunya adalah produk refrigeran ramah lingkungan Breezon MC-32 yang dikembangkan sejak 2018. Inovasi ini mampu menekan konsumsi listrik sebesar 20 hingga 30 persen dibandingkan refrigeran sintetis.

Selain itu, Kilang Plaju memproduksi biji plastik Polytam melalui unit Polypropylene. Sepanjang 2025, produksi Polytam mencapai 50.050 ton atau 114 persen dari target Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) 2025 guna memenuhi kebutuhan industri kemasan, otomotif, dan rumah tangga nasional.
Langkah signifikan dalam mendukung transisi energi hijau juga ditunjukkan melalui pengembangan bahan bakar nabati secara bertahap, mulai dari B20, B30, B35, B40, hingga yang terbaru Biosolar B50.
Kilang Plaju secara resmi melaksanakan pengiriman (lifting) perdana Biosolar B50 menuju Integrated Terminal Palembang pada 22 Juli 2026 sebagai bagian dari implementasi kebijakan mandatori B50 nasional. Produk ini merupakan campuran 50 persen Fatty Acid Methyl Ester (FAME) berbasis minyak sawit dan 50 persen minyak solar.
Ia menambahkan bahwa implementasi B50 diharapkan mampu memperkuat ketahanan energi nasional, mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar fosil, meningkatkan nilai tambah industri sawit, serta menekan emisi gas rumah kaca.
Komitmen terhadap pengelolaan lingkungan dan keberlanjutan juga dibuktikan dengan raihan predikat PROPER Emas secara berturut-turut pada periode 2022 hingga 2025. Hingga Agustus 2026, Kilang Plaju telah mengantongi 26 penghargaan tingkat nasional di bidang operasional, keselamatan kerja, lingkungan, dan program pemberdayaan masyarakat.

Pewarta: Pewarta Sumsel
Editor: Dolly Rosana
COPYRIGHT © ANTARA 2026