HUT ke-50, Binawan dorong talenta Indonesia punya dampak lebih luas - ANTARA News Megapolitan

September 2026 · 4 minute read

Depok (ANTARA) - Binawan Group memulai rangkaian menuju perayaan 50 tahun dengan menggelar Media Gathering bertajuk “The Power of Collaboration: How Ecosystems Are Shaping Indonesia’s Future” mendorong talenta Indonesia punya dampak lebih luas. 

Dalam kegiatan ini mempertemukan pimpinan perusahaan, pemerintah yang diwakili Kementerian Luar Negeri, insan media, dan diaspora Indonesia untuk membahas bagaimana kolaborasi lintas sektor dapat menjadi pondasi dalam menyiapkan talenta Indonesia menghadapi persaingan global.

Bagi Binawan, momentum ini bukan hanya perayaan perjalanan panjang, tetapi juga ajakan untuk memperluas jejaring kolaborasi dan menciptakan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat.

Selama hampir lima dekade, Binawan berkembang dari sebuah organisasi yang berangkat dari keyakinan bahwa setiap warga negara Indonesia berhak memperoleh kesempatan yang sama untuk mewujudkan cita-cita dan meningkatkan kesejahteraan keluarga, menjadi ekosistem terintegrasi dengan 7 pilar bisnis dan 25 unit usaha.

Ekosistem tersebut mencakup pendidikan dan pelatihan, penempatan tenaga kerja global, teknologi, layanan kesehatan, agribisnis, properti, hingga F&B.

Setiap bagian dari ekosistem tersebut memiliki peran yang saling melengkapi: pendidikan menyiapkan kompetensi, pelatihan membangun kesiapan kerja, penempatan global membuka akses terhadap kesempatan internasional, sementara layanan pendukung membantu talenta berkembang secara lebih utuh.

Perjalanan ini juga tumbuh melalui keterlibatan mitra pemerintah, industri, lembaga pelatihan, komunitas, diaspora, dan media.

Chief Marketing Officer Binawan Group, Kristin Tan, menekankan bahwa perjalanan menuju 50 tahun merupakan momentum refleksi sekaligus titik awal untuk memperkuat kolaborasi di masa depan.

Pencapaian selama ini tidak berdiri sendiri, melainkan lahir dari kontribusi berbagai pihak yang bekerja bersama.

“Setiap pencapaian besar selalu lahir dari banyak tangan yang bekerja sama. Perjalanan 50 tahun Binawan adalah kisah kolaborasi antara mitra pemerintah, industri, lembaga pelatihan, serta rekan-rekan media. Ke depan, kami ingin memperluas kolaborasi tersebut agar semakin banyak pihak dapat ikut menciptakan impact bagi Indonesia,” ujar Kristin Tan.

Adrie Nelwan, Vice President Binawan Inti Utama juga menyoroti pentingnya membangun ekosistem yang mampu mempertemukan berbagai pihak dengan kompetensi, pengalaman, sumber daya, dan peluang yang berbeda.

“Kolaborasi bukan lagi sekadar pilihan, tetapi menjadi kebutuhan untuk menghadapi tantangan masa depan. Ketika pendidikan, industri, pemerintah, dan berbagai elemen dalam masyarakat dapat terhubung dalam satu ekosistem, kita tidak hanya menciptakan peluang, tetapi juga membangun jalur yang lebih kuat bagi talenta Indonesia untuk berkembang dan berkontribusi di tingkat global,” ujar Adrie Nelwan.

Semangat tersebut diperdalam melalui diskusi yang menghadirkan CEO Binawan Group Said Alwaini, Wakil Pemimpin Redaksi CNN Indonesia Revolusi Riza, serta mantan diaspora Indonesia di Korea Selatan, Slamet Priyono.

Ketiga perspektif tersebut mempertemukan sudut pandang dunia usaha, media, dan pengalaman nyata individu yang memperoleh pengalaman global dan kemudian membangun kontribusi di Indonesia.

Diskusi menyoroti bahwa tantangan Indonesia mulai dari kesiapan sumber daya manusia hingga daya saing global membutuhkan pendekatan yang melibatkan banyak pihak.

Kolaborasi tidak hanya dipandang sebagai hubungan antarlembaga, tetapi sebagai cara untuk menghubungkan peluang, kompetensi, pengalaman, dan kebutuhan masyarakat agar menghasilkan dampak yang lebih luas.

“Masa depan adalah milik ekosistem yang mampu berkolaborasi. Tantangan Indonesia hari ini, mulai dari kesiapan SDM hingga daya saing di tingkat global, tidak dapat dijawab oleh satu pihak saja. Karena itu, Binawan terus memperkuat sinergi antara pendidikan, pelatihan, industri, dan pemerintah, agar setiap talenta Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkontribusi, baik di dalam negeri maupun di kancah internasional,” ujar Said Alwaini.
Dari perspektif media, Revolusi Riza, Wakil Pemimpin Redaksi CNN Indonesia, menyoroti pentingnya peran media dalam memperluas percakapan mengenai perkembangan talenta, peluang global, dan masa depan Indonesia.

“Media memiliki peran untuk tidak hanya menyampaikan apa yang terjadi, tetapi juga membuka ruang bagi publik untuk memahami perubahan dan peluang yang ada. Ketika media, dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat dapat membangun percakapan yang terbuka, gagasan tentang pengembangan talenta dan masa depan Indonesia dapat menjadi diskusi yang lebih luas dan relevan bagi publik,” ujar Revolusi Riza.

Sementara itu, Slamet Priyono, mantan diaspora Indonesia di Korea Selatan, membagikan perspektif berdasarkan pengalamannya memperoleh kesempatan untuk belajar dan berkembang di lingkungan global.

Pengalamannya menggambarkan bagaimana akses terhadap pendidikan, kompetensi, dan pengalaman internasional dapat membentuk perspektif sekaligus membuka ruang kontribusi yang lebih luas.

“Pengalaman berada di luar negeri membuka perspektif bahwa kesempatan dan kemampuan harus berjalan beriringan. Kesempatan untuk belajar, bekerja, dan berkembang di lingkungan global dapat menjadi bekal yang sangat berarti ketika dibawa kembali untuk memberikan kontribusi di Indonesia. Karena itu, penting bagi kita untuk terus membuka lebih banyak akses bagi talenta Indonesia agar dapat memperoleh pengalaman dan kesempatan tersebut,” ujar Slamet Priyono.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.