Hiu Greenland Hidup 400 Tahun, Rahasianya Terungkap

August 2026 ยท 3 minute read

Jakarta -

Hiu Greenland (Somniosus microcephalus) dikenal sebagai vertebrata dengan umur terpanjang di Bumi. Beberapa individu diperkirakan mampu hidup lebih dari 400 tahun, sehingga hiu yang berenang di Samudra Atlantik Utara saat ini mungkin sudah hidup ketika ilmuwan Isaac Newton masih menyusun teori gravitasinya pada abad ke-17.

Namun, satu anggapan lama tentang hewan ini kini mulai dipatahkan, hiu Greenland ternyata tidak benar-benar buta. Selama puluhan tahun, hiu Greenland diyakini menghabiskan hidupnya dalam kondisi hampir buta karena korneanya sering ditempeli parasit krustasea Ommatokoita elongata.

Parasit itu menempel pada mata dan diduga menghalangi penglihatan hiu. Namun, penelitian terbaru yang diterbitkan di jurnal Nature Communications menunjukkan sistem penglihatan hiu Greenland masih berfungsi dengan baik meski hidup ratusan tahun di laut dalam Arktik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hiu Greenland adalah vertebrata yang berumur paling panjang, tetapi anggapan bahwa mereka mengalami kemunduran penglihatan ternyata tidak didukung oleh bukti biologis terbaru," demikian kesimpulan para peneliti seperti dikutip dari ScandinaviaStandard.

Hiu Greenland hidup di perairan Arktik dan Atlantik Utara dengan suhu yang dapat mencapai -1,1 derajat Celsius. Mereka juga menyelam hingga kedalaman hampir 3.000 meter, tempat cahaya Matahari nyaris tidak pernah mencapai dasar laut.

Lingkungan ekstrem tersebut membuat hiu ini tumbuh sangat lambat, hanya sekitar satu sentimeter per tahun. Sebagai imbalannya, metabolisme yang lambat diduga menjadi salah satu faktor yang memungkinkan mereka hidup selama berabad-abad. Penelitian sebelumnya memperkirakan beberapa individu dapat mencapai usia sekitar 400 tahun, menjadikannya vertebrata berumur paling panjang yang pernah diketahui.

Mata Tetap Berfungsi

Dalam studi terbaru, tim peneliti menganalisis jaringan mata hiu Greenland menggunakan pendekatan genomik, histologi, dan biologi molekuler. Hasilnya menunjukkan retina hiu tetap utuh dan tidak mengalami tanda-tanda degenerasi meski usianya sangat tua. Para peneliti juga menemukan gen-gen yang berperan dalam mendeteksi cahaya redup masih aktif, sesuai dengan habitat hiu yang selalu gelap.

"Retina hiu Greenland menunjukkan tidak ada tanda degenerasi, bahkan pada individu yang sangat tua," tulis tim peneliti dalam makalahnya.

Temuan ini membalik anggapan lama bahwa hiu Greenland mengandalkan penciuman karena tidak mampu melihat. Peneliti tidak membantah bahwa sebagian besar hiu Greenland memang memiliki parasit yang menempel di kornea matanya. Namun, keberadaan parasit itu tidak otomatis membuat hiu kehilangan seluruh kemampuan melihat.

Menurut mereka, hiu kemungkinan masih mampu menangkap cahaya dan membedakan kontras, kemampuan yang sudah cukup untuk bertahan hidup di laut dalam yang gelap gulita. Selain itu, hiu Greenland juga mengandalkan indra penciuman dan sistem garis rusuk (lateral line) untuk mendeteksi mangsa maupun pergerakan air di sekitarnya.

Selain mengubah pemahaman tentang hiu Greenland, penelitian ini juga menarik perhatian ilmuwan yang mempelajari proses penuaan. Kemampuan hiu mempertahankan fungsi retina selama ratusan tahun menunjukkan adanya mekanisme biologis yang melindungi jaringan mata dari kerusakan akibat usia.

Mekanisme tersebut berpotensi memberikan petunjuk baru untuk penelitian penyakit mata dan penuaan pada manusia. Bagi para peneliti, hiu Greenland bukan sekadar hewan berumur panjang. Spesies ini menjadi jendela untuk memahami bagaimana organ tubuh dapat tetap berfungsi selama berabad-abad di salah satu lingkungan paling ekstrem di Bumi.

(rns/rns)

TAGS

LIHAT LAINNYA