Heboh Review Dubai Chewy Cookie Rp15 Ribu, Nicky Tirta: 'Nggak Ada Etika'

August 2026 · 3 minute read

Jakarta -

Food vlogger jadi sorotan karena berharap lebih usai review Dubai chewy cookie Rp15.000. Nicky Tirta pun menyoroti hal tersebut yang dinilai menjatuhkan UMKM demi mencari atensi.

Kasus review Dubai Chewy Cookie seharga Rp15 ribu yang dinilai menjatuhkan UMKM mendapat perhatian dari sejumlah pihak.

Salah satunya aktor yang kini juga dikenal sebagai chef, Nicky Tirta. Ia ikut menyampaikan pandangannya melalui video TikTok @nickytirta (27/8).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam videonya, pria 43 tahun ini awalnya menyebut dirinya justru berterima kasih kepada sosok food vlogger atau food reviewer yang tengah menjadi sorotan. Menurutnya, kejadian tersebut membuatnya mengetahui bahwa ada berbagai tipe food vlogger di media sosial.

"Saya mau berterima kasih sama orang ini. Gara-gara dia, saya jadi tahu ada food reviewer yang berkualitas dan ada yang tipe begitu," ujar Nicky Tirta dalam videonya.

Tanggapan Nicky Tirta soal Food Vlogger yang menjatuhkan UMKMTanggapan Nicky Tirta soal Food Vlogger yang menjatuhkan UMKM Foto: TikTok/@nickytirta

Nicky kemudian menyoroti cara sebagian food reviewer membuat konten dengan menilai atau mengkritik produk makanan.

Ia mempertanyakan jika ada orang yang sengaja mencari perhatian dengan cara menjatuhkan produk milik orang lain.

"Ada yang mencari rezeki dengan menghambat rezeki orang lain. Mencari atensi dengan cara sok keren dengan menjatuhkan produk orang lain," katanya.

Menurut Nicky, konten ulasan makanan seharusnya tetap mempertimbangkan etika, terlebih ketika produk yang diulas merupakan buatan UMKM.

Ia mengingatkan bahwa di balik sebuah produk makanan terdapat perjuangan pemilik usaha, karyawan, hingga keluarga yang menggantungkan hidup dari usaha tersebut.

@nickytirta

Terima kasih! Jadi tau ada tipe food reviewer yg begini 😂 Yuk saling support UMKM Indonesia.

♬ original sound - nicky tirta

"Usaha orang atau UMKM itu mungkin modalnya dengan tabungan yang susah payah dikumpulkan. Di balik usaha seseorang itu ada orang-orang yang harus dihidupi," tutur pelantun 'Indah Cintaku' itu.

Ia juga menyinggung keberadaan karyawan yang bekerja di balik sebuah usaha kuliner. Menurutnya, dampak dari sebuah ulasan negatif tidak hanya dirasakan pemilik usaha, tetapi juga dapat berpengaruh terhadap para pekerja dan keluarga mereka.

"Di balik usaha orang ada karyawan, plus keluarganya si karyawan ini yang harus dihidupi," lanjutnya.

Nicky bahkan mengimbau masyarakat agar tidak memberikan panggung kepada food reviewer yang dianggap membuat konten tanpa etika.

Ia menyarankan agar publik tidak menonton, mengikuti, maupun memberikan endorsement kepada kreator yang dinilai hanya mengejar popularitas dengan menjatuhkan usaha orang lain.

"Ini harusnya nggak usah dikasih panggung lagi. Sama sekali jangan ditonton, jangan di-follow, jangan dikasih endorse," tegasnya.

Videonya langsung ramai mendapat berbagai tanggapan dari netizen. Banyak netizen yang sependapat dengan Nicky Tirta soal etika mereview produk UMKM.

"Dia berharap apasih sama harga Rp15.000, ada etikanya kalau ngereview makanan. Ini dia jelas banget nunjukkin muka mau muntah," tulis netizen.

"Saya pernah belikan anak saya kue seperti itu, dan harganya sama Rp15.000. Anak saya bilang enak, mungkin enak gak enak selera, tapi etika itu perlu. Inget di atas ilmu ada adab," tulis netizen lainnya.

Sebelumnya heboh di media sosial, food vlogger Shely Che yang dinilai terlalu keras saat memberikan komentar terhadap Dubai chewy cookie buatan UMKM. Ia membelinya di pusat jajanan kue subuh, Pasar Senen, Jakarta Pusat.

Shely Che mengaku kecewa karena sudah membeli sebanyak 10 buah. Menurutnya, bagian isian cookie tersebut memiliki tekstur yang kurang sesuai dengan ekspektasinya. "Isiannya juga melempem, kayak mochi gak juga sih," katanya dalam video tersebut.

(raf/adr)