Harpelnas 2026, BPJS Ketenagakerjaan Padang dorong kemandirian ekonomi peserta lewat Program PEKA

September 2026 · 3 minute read

Padang (ANTARA) - Momentum Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026 dimanfaatkan BPJS Ketenagakerjaan Padang untuk hadir lebih dekat dengan peserta.

Tak hanya sebagai ajang apresiasi, momentum tersebut juga menjadi bagian dari komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam memberikan manfaat yang lebih luas, khususnya mendorong kemandirian ekonomi peserta melalui Program PEKA.

Mengusung tema “Proaktif melayani, memberdayakan secara berkelanjutan dan menciptakan nilai yang melampaui perlindungan”, peringatan Harpelnas 2026 di BPJS Ketenagakerjaan Cabang Padang berlangsung dengan semangat apresiasi dan pemberdayaan.

Kegiatan yang digelar di Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Padang, Jumat (4/9) lalu, turut menampilkan sejumlah produk dan hasil karya peserta yang telah menyelesaikan Program PEKA.

Kehadiran produk dan hasil karya tersebut menjadi gambaran nyata dari proses pemberdayaan peserta, sekaligus menunjukkan potensi yang dapat dikembangkan untuk mendukung kemandirian ekonomi.

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Padang, Afrialdi, dalam keterangan tertulis di Padang, Minggu mengatakan pelayanan kepada peserta tidak berhenti pada pemberian perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

BPJS Ketenagakerjaan juga terus berupaya menghadirkan program yang memberikan nilai tambah serta mendukung peningkatan kesejahteraan peserta.

“Melalui momentum Hari Pelanggan Nasional ini, kami ingin semakin mendekatkan diri kepada peserta. Kami ingin memastikan peserta tidak hanya mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, tetapi juga memperoleh manfaat yang dapat mendukung keberlangsungan dan kemandirian ekonomi mereka,” katanya.

Menurutnya, Program PEKA merupakan salah satu bentuk komitmen BPJS Ketenagakerjaan dalam memberdayakan peserta agar memiliki kemampuan untuk mengembangkan potensi dan aktivitas ekonominya.

“Prinsipnya, kami ingin peserta BPJS Ketenagakerjaan semakin berdaya. Perlindungan jaminan sosial memberikan rasa aman ketika menghadapi risiko kerja, sementara program pemberdayaan seperti PEKA diharapkan dapat membuka ruang bagi peserta untuk meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonominya,” jelasnya.

Afrialdi menambahkan produk yang ditampilkan dalam kegiatan Harpelnas merupakan hasil dari peserta yang telah menyelesaikan program PEKA.

Kehadiran produk tersebut sekaligus menjadi bentuk apresiasi terhadap proses, dan capaian peserta setelah mengikuti program pemberdayaan.

“Produk yang ditampilkan hari ini merupakan hasil dari proses yang telah dilalui peserta dalam program PEKA. Kami ingin menunjukkan bahwa peserta memiliki potensi yang luar biasa untuk berkembang. Harapannya, setelah menyelesaikan program, mereka dapat terus melanjutkan dan mengembangkan apa yang sudah didapatkan,” katanya.

Selain menjadi bentuk apresiasi, penampilan produk peserta juga diharapkan dapat membuka peluang yang lebih luas bagi mereka untuk memperkenalkan dan mengembangkan hasil usahanya.

BPJS Ketenagakerjaan Padang ingin memastikan pemberdayaan peserta tidak berhenti setelah program selesai, tetapi dapat terus berkembang dan memberikan dampak terhadap perekonomian keluarga.

Di sisi lain, Afrialdi mengatakan peringatan Harpelnas juga menjadi momentum penting bagi BPJS Ketenagakerjaan Padang, untuk mendengarkan aspirasi dan kebutuhan peserta. Masukan tersebut menjadi bahan evaluasi dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan.

“Kami menyadari bahwa kebutuhan peserta terus berkembang. Karena itu, pelayanan juga harus terus beradaptasi. Kami ingin memberikan pelayanan yang semakin mudah, cepat, ramah, dan memberikan solusi bagi peserta,” lanjutnya.

Ia menegaskan BPJS Ketenagakerjaan Padang, akan terus memperkuat edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Menurutnya, perlindungan melalui program BPJS Ketenagakerjaan memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan ekonomi pekerja dan keluarganya ketika menghadapi berbagai risiko, mulai dari kecelakaan kerja hingga memasuki usia pensiun maupun kehilangan pekerjaan.

“Jaminan sosial ketenagakerjaan pada dasarnya memberikan rasa aman bagi pekerja dan keluarganya. Ketika pekerja terlindungi, mereka dapat bekerja dengan lebih tenang dan produktif. Ini yang terus kami dorong agar cakupan perlindungan semakin luas,” katanya.

Melalui peringatan Harpelnas 2026, BPJS Ketenagakerjaan Padang berharap hubungan dengan peserta semakin kuat. BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya hadir sebagai lembaga penyelenggara jaminan sosial, tetapi juga sebagai mitra yang memberikan perlindungan sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan dan kemandirian peserta.

“Peserta adalah bagian penting dari kami. Karena itu, Harpelnas bukan hanya momentum untuk mengucapkan terima kasih, tetapi juga menjadi pengingat bagi kami untuk terus memberikan pelayanan dan manfaat terbaik bagi peserta,” katanya.