Harga daging ayam di Mataram lampaui HAP

August 2026 · 2 minute read

Mataram (ANTARA) - Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, mencacat adanya lonjakan harga komoditas pangan segar khususnya daging ayam yang saat ini telah menembus angka Rp50.000 per kilogram atau di atas harga acuan penjualan (HAP).

Kepala Bidang Bahan Pokok dan Penting Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Mataram Sri Wahyunida di Mataram, Kamis, mengatakan harga daging ayam segar di pasaran saat ini mengalami kenaikan signifikan yakni Rp50.000 per kilogram atau di atas HAP sebesar Rp40.000 per kilogram.

"Kondisi itu harus segera menjadi atensi bersama untuk melakukan langkah-langkah antisipasi agar harga tidak terus naik," katanya.

Terkait dengan itu, Disdag Kota Mataram segera melakukan koordinasi langsung dengan para distributor komoditas daging ayam guna mencari tahu pemicu kenaikan harga serta merumuskan langkah penstabilan.

Meskipun Disdag Kota Mataram aktif menggelar kegiatan pasar rakyat atau pasar murah untuk menstabilkan harga komoditas pangan, namun respons masyarakat terhadap pilihan daging beku terbilang masih rendah.

Hal tersebut membuat komoditas daging beku yang dibawa distributor dalam setiap kegiatan pasar rakyat kurang menjadi alternatif dan pilihan utama bagi warga.

"Di kegiatan pasar rakyat, kami juga melibatkan distributor untuk menyediakan daging beku. Namun respons masyarakat, memang agak kurang terhadap daging beku dan lebih memilih membeli daging segar, baik daging sapi maupun ayam di pasar tradisional," katanya.

Baca juga: Pasokan banyak, harga daging ayam di Mataram turun

Karena itu, ia mengatakan untuk memastikan kondisi riil di lapangan serta mengevaluasi apakah lonjakan harga itu berkaitan dengan peningkatan permintaan menjelang peringatan Maulid Nabi, Disdag Kota Mataram dijadwalkan akan turun langsung melakukan pemantauan ke sejumlah pasar tradisional.

Setelah mengetahui secara pasti penyebab kenaikan harga daging ayam dari para distributor, tambah Sri, Disdag akan melakukan koordinasi dengan sejumlah pihak terkait untuk mengambil langkah antisipasi guna stabilitas harga.

"Pihaknya juga akan menindaklanjuti hasil rapat evaluasi sebelumnya yang mencatat harga ayam masih berada pada kisaran Rp40.000 sebelum lonjakan ini terjadi," katanya.

Pewarta : Nirkomala
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026