Bagikan:
JAKARTA - Sepuluh pria mengalami cedera selama lari banteng hari kedelapan sekaligus terakhir Festival San Fermin pada Hari Selasa, menjadikan 57 orang terluka dalam festival tahun ini
Seorang pria berusia 18 tahun menderita luka tusukan di paha dan seorang pria berusia 46 tahun ditusuk di dada, sementara delapan orang lainnya dibawa ke rumah sakit dengan memar dengan tingkat keparahan yang berbeda-beda, kata Pemerintah Daerah Navarre, Spanyol dalam sebuah pernyataan, dilansir dari Euronews (14/7).
Petugas kesehatan mengatakan beberapa peserta yang terluka dalam lari banteng sebelumnya masih dirawat di rumah sakit, melansir Anadolu.
Mereka termasuk seorang pria berusia 25 tahun dengan cedera punggung dan lutut yang diderita selama lari banteng Hari Senin, seorang pria berusia 30 tahun yang tertusuk tanduk banteng pada Hari Sabtu, seorang pria berusia 63 tahun dengan patah tulang pinggul, dan seorang pria berusia 65 tahun yang menderita pneumotoraks selama acara Hari Jumat.
Untuk memberikan bantuan medis darurat, pihak berwenang mengerahkan 17 pos pertolongan pertama di sepanjang rute lari banteng, termasuk sembilan pos medis yang diisi oleh dokter, perawat, dan petugas tanggap darurat, serta delapan pos pendukung yang diisi oleh petugas pertolongan pertama.
Rutin digelar setiap tahun, Festival San Fermin yang digelar di Kota Pamplona ini memiliki ciri khas, yakni sekawanan Banteng mengejar ratusan orang di jalan sempit sepanjang 850 meter di Pamplona.
Festival yang digelar setiap 7-14 Juli ini diawali teriakan 'Viva San Fermin' dari balkon Balaikota Pamplona, yang dilanjutkan dengan pesta kembang api atau 'Chupinazo' yang diikuti ratusan orang dari berbagai negara.
BACA JUGA:
Dihelat sejak Abad ke-14, festival ini ditujukan sebagai penghormatan kepada San Fermin, senator Kerajaan Romawi yang memeluk Kristen dengan bimbingan Saint Honestus, yang diyakini sebagai pelindung Navarra. Festival ini menjadi terkenal setelah ditulis oleh wartawan yang juga novelis Ernest Hemingway dalam novel 'The Sun Also Rises'.
Diketahui,enam belas orang telah tewas dalam adu banteng sejak pencatatan dimulai pada tahun 1911. Kematian terakhir terjadi pada tahun 2009 ketika seekor banteng menanduk seorang pria Spanyol berusia 27 tahun di leher, jantung, dan paru-parunya.
Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+