Lufaefi
| 2 September 2026, 11:00 WIB

Gus Kikin saat ditemui awak media di Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Sabtu (29/8/2026) malam (Foto:@mui.or.id)
AKURAT.CO Terpilihnya KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026–2031 memunculkan harapan baru di kalangan Nahdliyin. Salah satu agenda yang dinilai penting adalah memperkuat kemandirian ekonomi umat dan organisasi.
Gus Kikin ditetapkan sebagai Ketua Umum PBNU melalui musyawarah mufakat sembilan anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).
Harapan agar kepemimpinan baru PBNU memberi perhatian lebih besar terhadap ekonomi umat disampaikan Rais Syuriah PCNU Kabupaten Toli-Toli, Kiai Jabir Rabbile. Ia menyampaikan selamat atas terpilihnya Gus Kikin sekaligus berharap NU semakin berkontribusi dalam pembangunan ekonomi Indonesia.
Baca Juga: Profil Lengkap Kiai Miftachul Akhyar dan Gus Kikin
“Yang pertama kami ucapkan selamat, sukses, dan damai. Yang kedua, tentu menjadi harapan semua muktamirin, seperti yang disampaikan oleh Bapak Presiden tadi pada saat penutupan Muktamar ke-35, bahwa NU harus menjadi bagian dari kedamaian dan penataan ekonomi Indonesia ke depan,” ujar Kiai Jabir di arena Muktamar NU ke-35, Senin (31/8/2026).
Menurut Kiai Jabir, latar belakang Gus Kikin sebagai pengusaha menjadi salah satu modal yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong penguatan sektor ekonomi NU.
“Kami sangat optimistis dengan kehadiran Gus Kikin untuk memimpin NU lima tahun ke depan, karena background beliau adalah seorang pengusaha,” katanya.
Ia berharap aktivitas NU pada periode mendatang tidak hanya berkutat pada persoalan keagamaan, tetapi juga semakin memberi ruang bagi pemberdayaan ekonomi dan sosial masyarakat.
Menurutnya, penguatan ekonomi penting agar NU dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi warga Nahdliyin. Karena itu, potensi ekonomi yang dimiliki organisasi dan masyarakat perlu dikelola secara lebih serius.
Selain ekonomi, Kiai Jabir berharap Gus Kikin melanjutkan kiprah NU di tingkat internasional yang sebelumnya telah dirintis pada masa kepemimpinan KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya.
Baca Juga: Profil Lengkap Kiai Miftachul Akhyar dan Gus Kikin
Dengan demikian, kepemimpinan PBNU 2026–2031 diharapkan mampu memadukan penguatan peran keagamaan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta kontribusi NU dalam isu-isu global.
Tantangan tersebut kini berada di tangan Gus Kikin bersama Rais Aam PBNU KH Miftachul Akhyar. Keduanya diharapkan mampu membawa NU tidak hanya kuat secara organisasi, tetapi juga semakin mandiri secara ekonomi dan luas dalam memberikan kontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan dunia.