Guruh wafat, SBY kenang sumbang lukisan bersama di sebuah pameran

September 2026 · 3 minute read
Hari ini, kita mesti mengucapkan selamat jalan kepada Mas Guruh ...

Jakarta (ANTARA) - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengenang masa saat menyumbang lukisan bersama Guruh Soekarnoputra di sebuah pameran sekitar dua tahun yang lalu.

Kala itu, SBY bersama Guruh menyumbangkan dua lukisan yang memiliki corak mirip dengan aliran realisme.

"Beliau seorang realis dengan karyanya yang luar biasa. Saya juga belajar menjadi realis impresionis," kata SBY ditemui di tempat persemayaman Guruh di Jakarta pada Sabtu.

SBY pun mengaku sempat berbincang santai dengan Guruh dalam pameran tersebut dan tetap menjaga silaturahim meskipun tidak terlalu sering bertemu.

Saat masih menjabat sebagai presiden, SBY juga pernah mengundang Guruh Soekarnoputra untuk hadir ke Istana Negara guna berbincang dan saling mendengarkan pikiran terkait hal yang bisa dilakukan bangsa Indonesia.

"Bukan di bidang politik, tetapi apa yang bisa dilakukan bangsa ini melalui pendekatan budaya, pendekatan seni. Sangat-sangat menarik," kenang SBY.

Baca juga: Prabowo sampaikan belasungkawa atas wafatnya Guruh Soekarnoputra

Dengan berpulangnya Guruh Soekarnoputra, SBY mengatakan Indonesia telah kehilangan seorang putra bangsa; bukan hanya sebagai putra Presiden pertama RI Soekarno, tetapi juga karena Guruh telah melakukan banyak hal baik untuk Indonesia.

SBY menuturkan Guruh telah memberikan sumbangsih melalui mahakarya di bidang seni, baik lewat lagu, pagelaran seni, hingga berbagai lukisan.

Selain itu, lanjut SBY, Guruh juga telah menjadi wakil rakyat sebagai anggota parlemen yang dengan setia, tenang, dan sabar, mendengarkan percakapan yang ada di negara ini.

"Sungguh peran yang tidak boleh kita lupakan. Hari ini, kita mesti mengucapkan selamat jalan kepada Mas Guruh. Dengan iringan doa, semoga Allah Swt menerimanya dan hidup tenang di sisi Allah Swt," ucap SBY.

Baca juga: Surya Paloh: Guruh Soekarnoputra sempat ungkap keinginan pimpin partai

Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra mengembuskan napas terakhir pada Sabtu pagi pukul 04.16 WIB, di usianya yang ke 73 tahun, di Rumah Sakit MRCCC Siloam Hospital Semanggi, Jakarta.

Guruh dikenal luas sebagai seniman dan politikus Indonesia yang pernah menjabat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI periode 1992-1997 dan 1999-2024.

Guruh Soekarnoputra merupakan putra bungsu dari Presiden pertama RI Soekarno dengan Fatmawati dan merupakan saudara dari Presiden Kelima RI Megawati Soekarnoputri.

Baca juga: Guruh Soekarnoputra wafat Sabtu pagi di usia 73 tahun

Guruh lahir di Jakarta pada 13 Januari 1953 dan pernah menikah dengan wanita asal Uzbekistan, Guseynova Sabina Padmavati, pada 2002-2009.

Sejak kecil, Guruh terlatih sebagai penari dan mengasah bakatnya di dunia musik, hingga mendirikan grup kesenian Indonesia Gencar Semarak Perkasa (GSP) Production dan Swara Mahardhika.

Guruh juga pernah mendirikan grup musik Guruh Gipsy dan Gank Pegangsaan bersama Keenan Nasution, Abadi Soesman, dan Chrisye. Guruh menghasilkan karya cipta lagu berjudul "Kala Sang Surya Tenggelam" yang dipopulerkan oleh Chrisye.

Baca juga: Guruh akan dimakamkan di sebelah pusara Fatmawati

Pewarta: Agatha Olivia Victoria
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.