Gunung Lakawan Enrekang Terbakar, Petugas Kesulitan Padamkan Api

September 2026 · 2 minute read

Makassar, CNN Indonesia --

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Lakawan, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, mencapai 500 hektare.

"Iya, luas lahan terbakar kurang lebih mencapai 500 hektare," kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Enrekang Amiruddin, Rabu (2/9).

Kebakaran lahan di Gunung Lakawan terjadi pada Senin (31/8) malam, tim gabungan dari BPBD, Polri dan TNI telah dikerahkan untuk memadamkan kobaran api.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, hingga berita ini ditulis, dilaporkan api belum berhasil dipadamkan akibat lokasi yang berada di medan yang terjal dan telah menjalar ke kebun bawang merah milik warga.

Pilihan Redaksi

"Proses pemadaman menghadapi kendala, karena lokasi di medan yang terjal, ini yang tidak bisa dijangkau petugas. Kemudian batu-batu dari atas turun sehingga membahayakan keselamatan personil," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala BPBD Enrekang, Syamsul Bahri mengatakan bahwa sepanjang 2026 tercatat ada 24 kasus karhutla di Kabupaten Enrekang.

"Iya, ada 24 kejadian kebakaran hutan hingga saat ini, termasuk kebakaran di Gunung Lakawan," kata Syamsul.

Syamsul menuturkan bahwa pihaknya masih terus memantau titik api yang masih membara di sekitar tebing. Tapi, proses pemadaman terkendala akses yang berat akibat jalan putus dan armada damkar kesulitan menembus titik api.

"Akses jalan yang berat. Kemudian tebing tinggi dan terjal menjadi penghalang memadamkan api dengan jarak dekat. Bebatuan panas yang jatuh juga menjadi ancaman membahayakan bagi petugas dan warga," jelasnya.

Terkait penyebab kebakaran tersebut, Syamsul mengaku belum mengetahui apakah disebabkan karena faktor kekeringan di musim kemarau atau dampak dari El Nino.

"Kebakaran tentu ada sebab, karena tidak serta merta dampaknya musim kemarau. Tapi, tentu tidak lepas dari pengaruh El Nino, semua lahan kekeringan atau penyebab lainnya, mungkin ada orang bersih-bersih maupun ada warga yang buang puntung rokok," ungkapnya.

Hingga saat ini, proses pemadaman Gunung Lakawan masih berlangsung dengan cara manual yang dilakukan petugas gabungan bersama warga setempat.

(mir/kid)

placeholder