Padang (ANTARA) - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah menginstruksikan kepada dinas terkait agar mengerahkan alat berat untuk penanganan banjir yang terjadi di Padang pada Senin (3/8).
Hal itu diinstruksikan oleh Gubernur usai melakukan peninjauan langsung ke lokasi bencana banjir di Padang, pada Selasa.
"Alat berat harus dikerahkan untuk memulihkan aliran sungai yang sudah berubah jalur akibat derasnya arus," katanya di Padang.
Ia mengatakan penyediaan alat berat itu akan dilakukan oleh pemerintah provinsi melalui Dinas Bina Konstruksi dan Sumber Daya Air (PSDA) Sumbar.
Pada saat banjir terjadi kemaren, aliran sungai meluap dan melintasi badan jalan dengan muatan air serta lumpur sehingga mengganggu aktivitas masyarakat.
"Semoga kondisi ini bisa cepat diatasi oleh alat berat, dan akses jalan yang sempat putus karena luapan sungai bisa dipulihkan," katanya.
Dalam kunjungan langsung tersebut Mahyeldi didampingi sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melihat langsung kondisi rumah-rumah warga usai digenangi banjir.
Selain pengerahan alat berat, Mahyeldi juga menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar bergerak cepat melakukan penanganan darurat.
Sejumlah OPD seperti Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), dan Dinas Sosial telah diterjunkan ke lapangan untuk menangani dampak bencana, mendata kerusakan, sekaligus memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak.
“Saya sudah meminta seluruh OPD terkait bergerak cepat, penanganan harus dilakukan secara terpadu agar masyarakat segera memperoleh bantuan dan dampak bencana tidak semakin meluas,” katanya.
Ia menyebutkan berdasarkan data sementara terdapat sedikitnya 15 titik banjir di Kota Padang yang terjadi pada Senin, bencana serupa juga terjadi di wilayah Agam, provinsi setempat.
Gubernur mengatakan pemerintah terus memantau perkembangan cuaca menyusul informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) yang memperkirakan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih berpotensi terjadi dalam tiga hari ke depan.
“Potensi hujan masih cukup tinggi, kami mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terutama yang berada di bantaran sungai maupun kawasan rawan longsor,” katanya.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan diri melintasi arus sungai atau genangan dengan debit air yang tinggi demi menghindari risiko yang membahayakan keselamatan.
Ia mengatakan kebutuhan penting saat ini adalah memastikan masyarakat terdampak mendapatkan bantuan, kebutuhan dasarnya terpenuhi, dan seluruh proses penanganan berjalan dengan baik.
Dalam kunjungan itu gubernur juga menyerahkan bantuan logistik berupa kasur, selimut, makanan siap saji, serta paket kebutuhan pokok yang terdiri atas beras, minyak goreng, dan sarden.
Pemprov Sumbar juga akan terus melakukan koordinasi dengan kabupaten atau kota untuk memperoleh data akurat tentang dampak yang ditimbulkan.
Seperti jumlah kerusakan rumah, infrastruktur, dan fasilitas umum sebagai dasar dalam merumuskan kebijakan dalam penanganan serta pemulihan pascabencana.