Gubernur: Lampung Begawi dan Sigerfest ruang kolaborasi perkuat hilirisasi
Sabtu, 19 September 2026 12:38 WIB
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dalam kegiatan Begawi dan Sigerfest Lampung 2026. ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi.
Selama 15 tahun, pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung selalu di bawah rata-rata nasional
Bandarlampung (ANTARA) - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan adanya gelaran Lampung Begawi dan Sigerfest 2026 membentuk ruang kolaborasi memperkuat hilirisasi komoditas di Lampung.
"Lampung Begawi dan Sigerfest menjadi ruang untuk mempertemukan ide, inovasi, investasi, dan kolaborasi dalam mendorong perekonomian Lampung," ujar Gubernur berdasarkan keterangannya di Bandarlampung, Sabtu.
Ia mengatakan saat ini Pemerintah Provinsi Lampung tengah mendorong hilirisasi, mulai dari tingkat desa hingga industri berskala besar.
Dan langkah tersebut membutuhkan kolaborasi berbagai pihak untuk mempertemukan potensi komoditas daerah dengan investasi, pasar, teknologi, dan pembiayaan. Lampung Begawi dan Sigerfest menjadi salah satu ruang untuk memperkuat konektivitas tersebut.
"Kita ingin pertumbuhan ekonomi tidak hanya terlihat dari angka, tetapi juga dirasakan masyarakat melalui peningkatan nilai tambah, kesempatan usaha, dan kesejahteraan. Karena itu, kolaborasi menjadi kunci untuk membawa Lampung tumbuh lebih kuat menuju Indonesia Emas 2045," katanya.
Dia melanjutkan Lampung memiliki modal ekonomi yang besar melalui sektor pertanian dan berbagai komoditas unggulan. Potensi tersebut menjadi salah satu penggerak perekonomian masyarakat sekaligus membuka peluang untuk menciptakan sumber pertumbuhan ekonomi baru.
"Selama 15 tahun, pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung selalu di bawah rata-rata nasional. Namun pada 2026, Lampung berhasil tumbuh 5,29 persen menjadi yang tertinggi kedua se-Sumatra berkat membaiknya harga komoditas," ucap dia.
Menurut dia, dengan membaiknya harga komoditas turut mendorong peningkatan produksi dan modernisasi di sektor pertanian. Perkembangan ekonomi Lampung juga didukung sektor pariwisata yang mengalami peningkatan kunjungan wisatawan.
Namun peningkatan produksi dan aktivitas ekonomi tersebut perlu diikuti dengan penguatan nilai tambah di daerah. Komoditas unggulan Lampung tidak cukup hanya diproduksi dan dipasarkan dalam bentuk bahan mentah, tetapi perlu diolah agar manfaat ekonominya semakin besar bagi masyarakat dan daerah.
"Ke depan, untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional 8 persen, tidak bisa hanya mengandalkan regulasi. Harus ada kolaborasi, kreativitas, inovasi, dan tentunya hilirisasi," tambahnya.
Ia mengatakan melalui festival yang berlangsung pada 18-20 September 2026 ini menjadi ruang kolaborasi Pemerintah Provinsi Lampung dan Bank Indonesia Perwakilan Lampung untuk mempertemukan pelaku usaha, UMKM, pemerintah, serta mitra strategis dalam mengembangkan potensi ekonomi daerah.
Pewarta : Ruth Intan Sozometa Kanafi
Editor:
Agus Wira Sukarta
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.