Gubernur Kaltara upayakan bantuan mesin kemasan dari Kementerian UMKM

August 2026 · 3 minute read

Gubernur Kaltara upayakan bantuan mesin kemasan dari Kementerian UMKM

Rabu, 19 Agustus 2026 21:30 WIB

Image Print

Gubernur Kaltara Zainal A Paliwang menggunakan produk UMKM berupa batik dan singal (ikat kepala) khas Kaltara. (ANTARA/Agus Salam)

Tanjung Selor (ANTARA) - Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal A Paliwang mengaku akhir Juni lalu berkunjung ke Kementerian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menyampaikan berbagai potensi UMKM dan mengupayakan dapat bantuan mesin kemasan.

“Akhir Juni lalu saya ke Kementerian UMKM dan langsung diterima oleh Bapak Wamen (Wakil Menteri). Saat itu saya sampaikan bahwa pengusaha-pengusaha UMKM Kaltara ini sudah ribuan jumlahnya dan yang menjadi kendala adalah masalah packaging (kemasan),” ujar Zainal di Tanjung Selor, Rabu.

Menurutnya di Kaltara belum ada tempat pengemasan produk UMKM yang bagus. Kalau pun ada tempat pengemasan, tapi masih menggunakan semi manual dengan plastik dipanaskan dan label atau merek pun masih ditempel.

“Harapan kami Kementerian UMKM dapat memberikan bantuan mesin packaging dan kita satukan mesinnya di lokasi (rumah kemasan) yang ada sekarang,” katanya.

Biasanya, kata Zainal, para pengusaha UMKM Kaltara mengirim produknya ke Pulau Jawa untuk dikemas lali dikirim kembali ke Kaltara dan itu memerlukan biaya yang cukup besar.

Oleh sebab itu, ia menilai sangat penting adanya mesin pengemasan yang modern di Kaltara dan jika itu ada maka akan sangat membantu para pengusaha UMKM untuk mengemas produk-produknya serta pasti akan memberikan nilai tambah jualnya.

“Dengan packaging inilah nilai jual yang akan bisa lebih meningkat. Dibanding pakai plastik ditempel stiker, tentu jauh lebih bagus nilai jualnya menggunakan packaging yang pakai mesin modern,” tutur dia.

Gubernur Kaltara menegaskan, produk-produk UMKM Kaltara tak kalah dengan produk dari luar. Cita rasa dan bumbu-bumbu yang dibuat juga memiliki kekhasan dan cara membuatnya pun sudah profesional. Namun, kata dia, kendalanya hanya di kemasan.

Selain ke Kementerian UMKM, lanjut Gubernur Zainal, ia juga dalam waktu berdekatan mengunjungi Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf).

Kunjungannya juga disambut baik dan diterima langsung oleh menteri dan kementerian, kata Zainal, akan membantu UMKM Kaltara membuat desain.

“Desain-desain produk UMKM yang ada sekarang ini bisa kita perbaiki lebih bagus, lebih menarik, begitu orang melihat langsung ingin membeli,” katanya.

Sebab kata Zainal, begitu melihat kemasan dan desainnya bagus, maka ada keinginan orang untuk membeli. Pun begitu sebaliknya, jika pada awal melihat kemasan dan desainnya tidak bagus, menyentuh pun enggan.

“Dengan desain yang bagus, packaging yang bagus, menarik, begitu melihat insya Allah pasti punya niat untuk membeli dan punya niat untuk merasakan isinya,” ujarnya.

Menanggapi apa yang diusulkan Gubernur Kaltara soal kemasan, Kepala Bidang Rantai Pasok Usaha Kementerian UMKM RI Berry Fauzy mengatakan telah berkomunikasi dengan perusahaan yang ada di Kaltara saat kegiatan Temu Bisnis Terarah yang digelar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara di Aula Kantor Gubernur Kaltara, Selasa (18/8).

“Kemarin kami dengan PT KIPI (Kalimantan Industrial Park Indonesia) ya, mereka sedang melakukan kajian untuk membantu karena ada dana CSR (Corporate Social Responsibility),” ujarnya.

Berry menegaskan pihaknya mencoba melakukan intervensi kepada pihak perusahaan untuk membantu memberikan mesin pengemasan.

“Kami coba intervensi tadi berbicara dengan Pak Direkturnya untuk membantu mesin pengemasan melalui CSR mereka,” kata dia.
Baca juga: Kaltara Peringkat Tujuh Nasional Untuk Survei Penilaian Integritas
Baca juga: Pemprov Kaltara minta perusahaan libatkan UMKM masuk kawasan industri

Pewarta : Agus Salam
Editor: Susylo Asmalyah
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.