Gubernur Jateng targetkan pelabuhan darat KITB selesai dalam dua tahun

August 2026 · 2 minute read

Gubernur Jateng targetkan pelabuhan darat KITB selesai dalam dua tahun

Minggu, 16 Agustus 2026 16:21 WIB

Image Print

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi (ANTARA/HO-Pemprov Jateng)

Semarang (ANTARA) - Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menargetkan pembangunan pelabuhan darat atau dry port di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) harus selesai dalam sudah selesai dalam dua tahun ke depan.

"Untuk menopang Pelabuhan Tanjung Emas Semarang yang kurang maksimal, salah satu solusinya adalah pembangunan dry port," kata gubernur di Semarang, Sabtu.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memboyong sejumlah pengelola kawasan industri, BUMD, hingga dinas terkait untuk melakukan studi komparatif ke Cikarang Dry Port, Kabupaten Bekasi.

Menurut dia, kunjungannya tersebut bertujuan untuk melihat gambaran secara komprehensif bagaimana efektivitas dry port untuk mendukung pergerakan logistik di kawasan industri.

Di Jawa Tengah, kata dia, pengiriman sekitar 70 persen kontainer masih melalui Jakarta dan Surabaya.

Saat ini, kata dia, sudah ada dua lokasi dengan luas masing-masing sekitar 50 hektare untuk pembangunan dry port, yakni KITB dan Weleri, Kabupaten Kendal.

Pembangunan dry port di Batang, lanjut dia, sudah memasuki tahap studi kelayakan dan pemilihan konsultan perencana.

"Yang sudah kita kerjakan sekarang di KITB, sudah MoU, tapi juga nunggu perkembangan situasi. Prinsipnya, dua tahun ke depan dry port harus jadi," katanya

Sementara Direktur Cikarang Dry Port Noor Yusuf mengatakan pelabuhan ini sudah beroperasi sejak tahun 2010 dan melayani sekitar 500 perusahaan yang memanfaatkan ekspor-impor, mulai dari Tangerang, Cikampek, hingga Bandung.

"Konsep dry port ini memiliki fasilitas lebih luas, termasuk storage," katanya.

Baca juga: Pemkab Batang membangun sistem transportasi Trans Jateng menuju KITB

Pewarta: Immanuel Citra Senjaya
Editor: Edhy Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.