AKURAT.CO Gubernur Banten, Andra Soni, berharap pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap rombongan jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, dapat diperpanjang apabila hingga hari ketujuh, Senin (14/9/2026) belum ditemukan.
"Harapan saya adalah untuk memaksimalkan pencarian dan memperpanjang waktu pencarian," ujar Andra Soni di Pandeglang, Banten, dikutip Antara, Minggu (13/9/2026)..
Harapan tersebut juga menjadi keinginan keluarga para korban. Untuk itu, dia meminta Basarnas mempertimbangkan perpanjangan operasi dengan melihat sejumlah potensi dan temuan yang diperoleh selama beberapa hari pencarian.
Baca Juga: Hari Keenam, Tim SAR Gabungan Perluas Pencarian Rombongan Jurnalis di Selat Sunda Jadi 6 Sektor
"Dalam diskusi dengan pihak keluarga korban, besar harapan keluarga bilamana hari ketujuh belum ditemukan untuk bisa diperpanjang pelaksanaan operasi SAR," ucapnya.
Pemerintah Provinsi Banten juga akan terus memberikan dukungan maksimal terhadap pelaksanaan operasi SAR terhadap delapan warga tersebut. Dia mengajak masyarakat Indonesia, untuk mendoakan agar delapan orang yang masih dalam pencarian dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.
"Kami memohon doa kepada seluruh masyarakat Indonesia agar kawan-kawan kita ini bisa ditemukan dalam kondisi selamat," ujarnya.
Sebelumnya, Memasuki hari keenam operasi SAR, Tim SAR Gabungan memperluas area pencarian lima orang jurnalis dan tiga kru yang hilang di Perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi enam sektor dengan luas total 6.010 mil laut persegi.
Baca Juga: Polda Banten Pastikan Jeriken hingga Helm Plastik Bukan Milik Kapal Rombongan Jurnalis
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banten, Al Amrad, mengatakan pencarian dibagi menjadi enam sektor, yaitu Sektor V seluas 840 NM persegi, melibatkan KRI Kerambit dan KRI Teluk Gilimanuk. Sektor W seluas 1.120 NM persegi, melibatkan KAL Anyer. Sektor Z seluas 809 NM persegi, melibatkan KN SAR Basudewa dan KN SAR Antasena.
Sektor Y seluas 497 NM persegi, melibatkan KP Sanjaya dan KRI Lepu. Sektor X seluas 681 NM persegi, melibatkan KN SAR Tetuka, RBB Peucang, RIB 02 Banten, RIB 02 Lampung, KP 2016, KP 2013, KM Garuda, dan KM Bima. Terakhir, Sektor H seluas 2.063 NM persegi, didukung helikopter HR 3604.
"Memasuki hari keenam operasi SAR, kami bersama seluruh unsur SAR gabungan terus berupaya mengoptimalkan pencarian terhadap delapan orang yang masih dalam pencarian. Area pencarian telah dibagi menjadi beberapa sektor dengan dukungan unsur laut, darat, dan udara. Kami akan terus melakukan upaya terbaik dengan tetap mengutamakan keselamatan seluruh personel yang terlibat," kata Al Amrad dalam keterangan yang diterima, Minggu (13/9/2026).