Gerindra Buka Isi Pembahasan Revisi UU Pemilu, Ada 3 Hal yang Jadi Perhatian

September 2026 ยท 2 minute read

Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Sugiono, mengatakan, pembahasan tersebut diarahkan untuk memperbaiki penyelenggaraan pemilu, termasuk mengantisipasi adanya suara pemilih yang tidak terakomodasi dalam perolehan kursi.

"Yang intinya adalah bagaimana pemilu ini bisa lebih efisien, efektif, kemudian juga bagaimana suara-suara rakyat, yaitu yang tersisa atau apa, itu tetap bisa terakomodir dengan baik. Karena bagaimanapun ya itu adalah suara dan aspirasi mereka," kata Sugiono usai rapat dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/9/2026).

Sugiono menyebut, terdapat tiga garis besar yang menjadi perhatian dalam pembahasan revisi UU Pemilu, yakni efektivitas pemilu, efisiensi penyelenggaraan, dan optimalisasi keterwakilan suara masyarakat.

"Jadi kurang lebih garis besarnya seperti itu, bahwa satu, pemilu lebih efektif. Kedua, pemilu itu efisien. Ketiga, keterlibatan seluruh rakyat, dalam hal ini suara-suara yang kan kadang-kadang ada suara yang tidak, yang terbuang, yang tersisa, itu juga bisa diakomodir seoptimal mungkin," ujarnya.

Menurut Sugiono, pembahasan tersebut belum menghasilkan kepastian mengenai waktu pembahasan revisi UU Pemilu.

Para pimpinan partai politik masih akan kembali bertemu untuk membicarakan kesepakatan selanjutnya.

"Itu yang kemarin dibicarakan. Nanti kan ujungnya kesepakatan, ya kita kumpul lagi. Tapi belum tahu kapan, apakah di tahun ini atau di tahun depan, ya seperti apa nanti. Ya kita lihat aja nanti," tuturnya.

Baca Juga: Gerindra Sepakat Ambang Batas Parlemen 5 Persen, Ini Alasannya

Diikuti Pimpinan Partai Koalisi

Sugiono mengatakan, pertemuan tersebut dihadiri ketua umum maupun wakil dari partai politik yang tergabung dalam koalisi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Namun, ia mengaku tidak mengetahui secara pasti lokasi pertemuan tersebut. Saat agenda berlangsung, Sugiono tengah mendampingi Presiden Prabowo menghadiri KTT BRICS di New Delhi, India.

"Saya tidak tahu persis di mana, karena pada saat itu saya mendampingi Presiden ke BRICS. Eh, iya, ke New Delhi," pungkasnya.