Gerhana Matahari 2027: Ada 'Cincin Api' dan Gerhana Total hingga 6 Menit

August 2026 ยท 2 minute read

AKURAT.CO Setelah gerhana Matahari total pada 12 Agustus 2026, penggemar astronomi tidak perlu menunggu terlalu lama untuk menyaksikan fenomena serupa. Pada 2027, akan ada dua gerhana Matahari menarik yang terjadi dalam rentang enam bulan.

Gerhana pertama berlangsung pada 6 Februari 2027 berupa gerhana Matahari cincin. Fenomena ini dapat terlihat di sejumlah wilayah Chile, Argentina, serta kawasan pesisir Afrika Barat.

Gerhana Matahari cincin terjadi ketika Bulan berada di antara Bumi dan Matahari, tetapi posisinya lebih jauh dari Bumi. Akibatnya, Bulan terlihat lebih kecil dan tidak sepenuhnya menutupi Matahari.

Kondisi tersebut membuat sebagian cahaya Matahari tetap terlihat mengelilingi Bulan. Pemandangan ini membentuk lingkaran cahaya yang dikenal sebagai 'cincin api'.

Selain wilayah jalur cincin, fase gerhana parsial akan terlihat di area yang lebih luas. Sejumlah wilayah di Amerika Selatan dan Afrika Barat dapat menyaksikan Matahari tampak seperti digigit oleh Bulan.

Gerhana Matahari Total Agustus 2027

Fenomena yang lebih spektakuler akan terjadi pada 2 Agustus 2027. Pada tanggal tersebut, gerhana Matahari total akan melintasi wilayah Eropa Selatan, Afrika Utara dan Timur Tengah.

Dikutip dari Space, Sabtu (15/8/2026), gerhana ini menjadi perhatian karena durasi fase totalnya sangat panjang. Pada titik terlama, Matahari akan tertutup sepenuhnya selama 6 menit 23 detik.

Durasi tersebut membuat gerhana Matahari total 2 Agustus 2027 disebut sebagai salah satu gerhana total terpanjang pada abad ini. Kondisi itu pula yang membuat para pemburu gerhana mulai mempersiapkan perjalanan untuk mendapatkan lokasi pengamatan terbaik.

Wilayah Afrika Utara menjadi salah satu kawasan yang menarik untuk pengamatan karena kondisi cuaca pada Agustus dinilai cukup mendukung. Meski demikian, pemilihan lokasi tetap perlu mempertimbangkan jalur totalitas dan kondisi cuaca setempat.

Bagi pengamat di Indonesia, kedua fenomena tersebut tidak melintasi wilayah Tanah Air. Indonesia tidak termasuk jalur cincin api pada 6 Februari maupun jalur totalitas pada 2 Agustus 2027.