Majalengka (ANTARA) - Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Jawa Barat mengoptimalkan gerakan Leuweung Hejo, termasuk di Majalengka, Jabar, untuk menjaga ekosistem hutan melalui penghijauan, pemeliharaan kawasan, edukasi masyarakat, dan kolaborasi lintas sektor.
Kepala Dishut Jabar Dodit Ardian Pancapana di Majalengka, Selasa, mengatakan gerakan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kawasan hutan di wilayah provinsi tersebut.
"Kalau kami dari rimbawan, yang kami lakukan hari ini dengan program dari Pak Gubernur, yakni jaga leuweung," kata Dodit.
Ia mengatakan salah satu fokus program tersebut ialah membangun komunikasi dengan masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di sekitar kawasan hutan, seperti di Gunung Ciremai, agar ikut menjaga kelestarian lingkungan.
"Salah satu tugas dari program ini melakukan komunikasi dengan masyarakat yang ada di sekitar mereka, di mana mereka berpenghidupan," ujarnya.
Ia menyampaikan gerakan tersebut mencakup penanaman pohon secara massal dan terpadu, pemeliharaan kawasan hutan serta lahan kritis, edukasi dan kampanye lingkungan, hingga kolaborasi penghijauan.
Pihaknya optimis program ini dapat berkembang menjadi gerakan sosial-ekologis, yang meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap fungsi hutan sebagai penyangga kehidupan sekaligus memperkuat kolaborasi dalam menjaga kelestariannya.
Sementara itu, Kepala Subdirektorat Pencegahan Kebakaran Hutan Ditjen Gakkum Kemenhut M. Hariyanto menambahkan musim kemarau tahun ini, diperkirakan lebih kering akibat fenomena El Nino sehingga pencegahan harus diutamakan guna menjaga ekosistem hutan.
Ia mengatakan mitigasi dilakukan melalui pemantauan, patroli rutin, edukasi masyarakat, serta penyiapan personel, peralatan, sumber air, dan koordinasi.
Atas dasar itu, pihaknya bersama sejumlah instansi terkait telah melaksanakan kegiatan apel siaga pengendalian kebakaran hutan dan lahan di tingkat Jabar.
“Selain apel ini, dukungan pengendalian melibatkan 2.500 personel Manggala Agni dan 14.000 anggota Masyarakat Peduli Api (MPA),” tuturnya.
Sedangkan, Kepala Perhutani Divisi Regional Jabar dan Banten Yudha Suswardhanto mengapresiasi pelaksanaan apel tersebut sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.
“Kami mengapresiasi apel siaga pengendalian kebakaran hutan kali ini. Dalam penanganannya kami selalu melibatkan masyarakat dan pemangku kepentingan terkait kelestarian hutan,” katanya.
Pewarta: Fathnur Rohman
Uploader : Naryo
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.