Sabtu, 19 September 2026 - 00:00 WIB
VIVA –Isu mengenai gempa megathrust tengah ramai diperbincangkan publik. Perhatian terhadap isu ini semakin besar setelah Indonesia beberapa kali dilanda gempa bumi hingga erupsi Gunung Anak Krakatau.
Baca Juga
Isu tersebut penting dipahami dengan tepat agar tidak menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat. Hingga kini, gempa bumi belum dapat diprediksi secara pasti, baik mengenai waktu, lokasi, maupun kekuatan gempa yang akan terjadi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Daripada panik, masyarakat sebaiknya mencari informasi yang tepat mengenai gempa megathrust yang belakangan ini ramai diperbincangkan.
Baca Juga
Melansir laman BPBD Provinsi Yogyakarta, Jumat 18 September 2026, zona megathrust merupakan istilah untuk menyebutkan sumber gempa tumbukan lempeng di kedalaman dangkal. Dalam hal ini lempeng Samudra yang menunja ke bahwa lempeng benua membentuk medan tegangan (stress) pada bidang kontak antar lempenng yang kemudian dapat bergeser secara tiba-tiba dan akhirnya memicu gempa. Jika terjadi gempa maka bagian lempeng benua yang berada di atas lempeng Samudra bergerak terdorong naik atau thrusting.
Jalur subduksi lempeng umumnya sangat panjang dengan kedalaman dangkal mencakup bidang kontak antar lempeng. Dalam perkembangannya zona suduksi disamsikan sebagai patahan naik yang besar dan dikenal sebagai zona megathrust saat ini.
Baca Juga
Di Indonesia, zona megathrust berada di zona subduksi aktif seperti
- Subduksi Sunda yang mencakup Sumatera, Jawa, Bali, Lombok dan Sumba
- Subduksi Banda
- Subduksi Lempeng Laut Maluku
- Subduksi Sulawesi
- Subduksi Lempeng Laut Filipina
- Subduksi utara Papua
Saat ini segmen zona megathrust Indonesia sudah dapat dikenali potensinya. Seluruh aktivitas gempa yang bersumber di zona megathrust disebut sebagai gempa megathrust dan tidak selalu berkekuatan besar. Sebagai sumber gempa, zona megathrust dapat membangkitkan gempa berbagai magnitudo dan kedalaman. Data hasil monitoring BMKG menunjukkan, justru gempa kecil yang lebih banyak terjadi di zona megathrust, meskipun zona megathrust dapat memicu gempa besar.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Megathrust Selatan Jawa
Berdasarkan buku Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia tahun 2017 disebutkan di Samudera Hindia selatan Jawa terdapat 3 segmentasi megathrust yaitu Segmen Jawa Timur, Segmen Jawa Tengah-Jawa Barat dan Segmen Banten-Selat Sunda. Ketiga segmen megathrust ini memiliki magnitude tertarget M 8,7.
Halaman Selanjutnya
Sementara itu berdasarkan hasil monitoring BMKG menunjukkan zona megathrust selatan Jawa memang sangaat aktif yang tampak dalam peta aktivitas kegempaannya. Berdasarkan data catatan sejarah, sejak tahun 1700 zona megathrust selatan Jawa terjadi aktivitaas gempa besar dan dahsyat.