Tokyo (ANTARA) - Gempa bumi berkekuatan magnitudo awal 5,9 mengguncang wilayah Jepang timur, termasuk Tokyo, pada Minggu dini hari.
Gempa tersebut mengganggu layanan transportasi dan menyebabkan sejumlah orang luka-luka, menurut badan meteorologi dan otoritas setempat.
Gempa yang terjadi pada sekitar pukul 02.00 waktu setempat itu berpusat di bagian selatan Prefektur Ibaraki, pada kedalaman 68 kilometer.
Badan Meteorologi Jepang (JMA) mengatakan gempa tersebut tidak memicu tsunami.
Gempa tercatat pada tingkat intensitas 5 lemah dalam skala seismik Jepang yang memiliki maksimum 7 di sejumlah wilayah Prefektur Ibaraki serta Tokyo bagian tengah.
Sejumlah layanan kereta mengalami penundaan pada awal operasional setelah gempa, menurut JR East dan sejumlah operator lainnya.
Beberapa orang dilaporkan luka-luka akibat gempa tersebut, antara lain seorang pria muda dan seorang perempuan berusia sekitar 70 tahun di Saitama, sebelah utara Tokyo, serta tiga orang di Kawasaki, tepat di sebelah selatan ibu kota, menurut dinas pemadam kebakaran setempat.
Di Distrik Koto, Tokyo, sebuah pipa saluran air utama pecah. Pemerintah metropolitan Tokyo tengah menyelidiki apakah kerusakan tersebut berkaitan dengan gempa yang terjadi.
Guncangan dengan intensitas 5 lemah juga tercatat di sejumlah wilayah Prefektur Saitama dan Chiba.
Di Tokyo, intensitas yang sama tercatat di Distrik Adachi, sementara wilayah lain di ibu kota mengalami guncangan dengan intensitas yang lebih rendah.
Operator pembangkit listrik tenaga nuklir mengatakan tidak menemukan adanya kelainan di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Tokai No. 2 di Prefektur Ibaraki maupun PLTN Fukushima Daiichi yang terdampak bencana, dan PLTN Fukushima Daini di wilayah timur laut Jepang.
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan melalui media sosial bahwa dirinya telah menginstruksikan para pejabat untuk memastikan sejauh mana kerusakan akibat gempa, serta menyampaikan informasi secara tepat waktu kepada masyarakat.
Badan Meteorologi Jepang mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa dengan intensitas 5 lemah dalam sepekan ke depan, terutama selama dua hingga tiga hari mendatang.
Gempa pada Minggu tersebut terasa di wilayah yang cukup luas di Jepang, termasuk bagian timur laut dan tengah negara itu. JMA mengeluarkan peringatan dini gempa segera setelah guncangan terjadi.
Pewarta: Katriana
Uploader : Bima Agustian
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.