Gempa Disusul 3 "Ledakan", Saksi Mata Lihat Tsunami Datang Sapu Pantai

August 2026 · 3 minute read

Jakarta, CNBC Indonesia - Jauh sebelum gempa M7,7 mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu (15/8/2026), wilayah yang sama pernah mengalami bencana dahsyat. Salah satunya terjadi pada 19 Agustus 1977, tepat hari ini 49 tahun lalu.

Hari itu, penduduk di sejumlah wilayah Nusa Tenggara merasakan gempa bumi kuat. Guncangan terjadi dua kali dalam waktu berdekatan dengan gempa terbesar terjadi sekitar pukul 13.00 waktu setempat. Getarannya dirasakan hingga Sumbawa, Lombok, Sumba dan Bali.

Tak lama setelah gempa, warga di sejumlah desa mendengar tiga kali dentuman keras. Suaranya terdengar dalam rentang beberapa detik hingga lebih dari satu menit.

Menurut kesaksian yang dikumpulkan International Tsunami Information Center (ITIC), suara tersebut terdengar seperti "ledakan bom" atau "sonic boom". Warga menyebut suara itu seolah berasal dari arah laut, seakan menjadi pertanda sesuatu akan terjadi.

Pertanda itu ternyata benar. Air laut tiba-tiba surut hingga meninggalkan kawasan pantai kering selebar sekitar 100-200 meter. Bagi warga yang tidak mengetahui tanda-tanda tsunami, fenomena tersebut tentu membingungkan.

Beberapa saat kemudian, gelombang besar datang menerjang pesisir. Mengutip riset The Tsunami Run-up Assessment of 1977 Sumba Earthquake in Kuta, Center of Lombok, Indonesia (2015), empat saksi mengaku terkena langsung tsunami. Ada yang tersapu ketika berlari menuju tempat tinggi, ada yang kembali ke rumah untuk menyelamatkan anaknya, ada yang tetap berada di rumah, dan ada yang selamat setelah memanjat pohon.

Lantas, apa yang sebenarnya terjadi di Nusa Tenggara Timur pada hari itu?

Shigehisa Nakamura dalam A Note on the Indonesian Earthquake and Tsunami of 19 August 1977 (1979) mencatat, pada hari itu terjadi dua gempa dalam waktu berdekatan. Gempa pertama berkekuatan M6,2, kemudian disusul gempa utama sekitar pukul 13.00 waktu setempat.

Berdasarkan laporan Institut Meteorologi dan Geofisika (IMG) yang dikutip Nakamura, kekuatan gempa utama mencapai sekitar M8. Episentrumnya berada di sekitar 118,6° BT dan 11,8° LS, dengan kedalaman 33 kilometer.

Namun, sejumlah laporan mencatat magnitudo yang berbeda. Laporan awal Pacific Tsunami Warning Center (PTWC) menyebut M7,7. Sementara itu, penelitian Eko Pradjoko dkk. dalam The Tsunami Run-up Assessment of 1977 Sumba Earthquake in Kuta, Center of Lombok, Indonesia (2015) mencatat magnitudo M8,3.

Gempa tersebut kemudian memicu tsunami besar yang menerjang pesisir Nusa Tenggara.

Menurut situs National Centers for Environmental Information, tsunami mencapai ketinggian lebih dari 10 meter di sepanjang pantai Sumbawa. Di wilayah yang sulit dijangkau,  tsunami mencapai setidaknya 15 meter di atas batas pasang tertinggi.

Dampaknya pun sangat besar. Sumbawa dan Lombok menjadi wilayah dengan kerusakan paling parah. Berdasarkan data yang dikutip Nakamura, lebih dari 180 orang meninggal dunia dan sekitar 3.900 orang kehilangan tempat tinggal. 

Selain di Indonesia, tsunami tersebut bahkan mencapai Australia. Di Dampier, ketinggian tsunami mencapai 2 meter, sementara di Port Sampson berkisar 2-4 meter dan di Cape Leveque mencapai 6 meter.

Namun, kejadian gempa dan tsunami Sumba 1977 bukan yang terakhir. Sejarah kembali mencatat, daerah Nusa Tenggara Timur kerap dilanda gempa, salah satu paling parah terjadi pada 1992 ketika Flores, NTT, dihantam gempa M7,5 dan tsunami 20-an meter.

Sejarah Kegempaan Sumbawa, berdasarkan catatan sejarah, daerah busur kepulauan Sumbawa, Flores hingga kepulauan Alor dikenal sebagai daerah yang sering dilanda gempabumi. Berikut ini daftar gempa merusak yang pernah melanda kepulauan sumbawa. (Dok BMKG)Sejarah Kegempaan Sumbawa, berdasarkan catatan sejarah, daerah busur kepulauan Sumbawa, Flores hingga kepulauan Alor dikenal sebagai daerah yang sering dilanda gempabumi. Berikut ini daftar gempa merusak yang pernah melanda kepulauan sumbawa. (Dok BMKG) Foto: Sejarah Kegempaan Sumbawa, berdasarkan catatan sejarah, daerah busur kepulauan Sumbawa, Flores hingga kepulauan Alor dikenal sebagai daerah yang sering dilanda gempabumi. Berikut ini daftar gempa merusak yang pernah melanda kepulauan sumbawa. (Dok BMKG)

(mfa/mfa) [Gambas:Video CNBC]