Gaya Tidur Kucing yang Unik, Ternyata Ada Artinya

August 2026 ยท 3 minute read

CNN Indonesia

Kamis, 27 Agu 2026 13:00 WIB

kucing tidur telentang
Ilustrasi. Ternyata cara kucing tidur ada artinya. (iStockphoto/Kileman)

Daftar Isi

Jakarta, CNN Indonesia --

Kucing bisa menghabiskan sebagian besar waktunya untuk tidur. Namun, pernahkah Anda memperhatikan posisi tubuhnya saat terlelap?

Ada kucing yang tidur meringkuk seperti bola, telentang dengan perut terbuka, atau justru duduk tegak seperti patung sphinx. Setiap posisi tidur tersebut ternyata dapat memberikan gambaran mengenai kondisi dan perasaan kucing.

Meski tidak bisa dijadikan patokan mutlak, bahasa tubuh saat tidur dapat membantu pemilik memahami apakah kucing sedang merasa aman, mencari kehangatan, atau masih waspada terhadap lingkungan sekitarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut beberapa gaya tidur kucing yang umum ditemui dan makna di baliknya, melansir berbagai sumber:

1. Tidur meringkuk seperti bola

Posisi ini mungkin menjadi salah satu gaya tidur kucing yang paling sering ditemui. Kucing akan melingkarkan tubuhnya, sementara ekornya membungkus badan hingga terlihat seperti bola.

Kucing biasanya memilih posisi ini untuk menjaga tubuh tetap hangat sekaligus merasa aman. Bentuk tubuh yang meringkuk juga membantu melindungi bagian tubuh dan organ vital saat tidur. Jika kucing memilih posisi ini ketika hendak beristirahat, bisa jadi ia memang sedang ingin tidur dengan tenang dan tidak diganggu.

2. Telentang dengan perut terbuka

Melihat kucing tidur telentang sambil memperlihatkan bagian perut memang menggemaskan. Posisi ini umumnya menunjukkan bahwa kucing merasa aman dan nyaman dengan lingkungan di sekitarnya.

Perut merupakan salah satu bagian tubuh yang rentan. Karena itu, ketika kucing tidur dalam posisi tersebut, ia dapat merasa cukup percaya untuk beristirahat tanpa perlu terus-menerus melindungi bagian tubuhnya.

Pilihan Redaksi

Namun, jangan buru-buru mengusap perutnya. Rasa percaya bukan berarti kucing selalu senang jika bagian perut disentuh. Beberapa kucing justru bisa merasa tidak nyaman atau refleks mencakar ketika bagian tersebut dielus.

3. Kepala bersandar pada tubuh pemilik

Jangan heran jika kucing memilih tidur dengan kepala bersandar pada kaki, tangan, atau tubuh pemiliknya. Posisi tersebut dapat menjadi tanda bahwa kucing merasa aman berada di dekat orang yang dipercayainya.

Kedekatan saat tidur juga bisa menunjukkan adanya ikatan emosional yang kuat antara kucing dan pemilik. Selain mencari rasa aman, kucing mungkin memilih posisi ini karena ingin mendapatkan kehangatan tambahan atau sedang merasa sangat lelah.

4. Tidur telentang dengan tubuh miring ke kiri

Posisi tidur kucing juga bisa terlihat lebih spesifik, misalnya telentang dengan tubuh miring ke sebelah kiri. Posisi ini dapat menunjukkan bahwa kucing sedang merasa aman dan rileks di lingkungan sekitarnya.

Ada pula penelitian yang menunjukkan bahwa posisi tersebut memungkinkan bagian kanan otak kucing yang berperan dalam memantau lingkungan dan mengenali potensi ancaman tetap aktif. Dengan begitu, kucing dapat beristirahat sekaligus tetap memiliki kemampuan untuk merespons keadaan di sekitarnya.

5. Tidur dalam posisi sphinx

Pernah melihat kucing duduk tegak dengan kedua kaki depannya lurus, tetapi matanya terpejam? Posisi ini kerap disebut posisi sphinx karena bentuk tubuhnya menyerupai patung sphinx.

Dalam posisi tersebut, kucing sebenarnya belum sepenuhnya berada dalam kondisi tidur yang sangat lelap. Ia masih cukup waspada dan dapat bangun dengan cepat jika mendengar suara atau merasakan sesuatu di sekitarnya.

Posisi sphinx juga bisa terlihat ketika kucing sedang beristirahat sambil mengamati lingkungan atau belum sepenuhnya merasa nyaman untuk tidur dalam posisi yang lebih rileks.

Kucing juga kerap mencari tempat tersembunyi untuk tidur. Misalnya di bawah meja, di balik furnitur, atau di tempat lain yang lebih gelap dan tenang.

Kebiasaan tersebut bisa berarti kucing sedang mencari tempat yang nyaman untuk beristirahat dan menghindari cahaya, suara bising, atau gangguan dari lingkungan sekitar.

Namun, jika kucing tiba-tiba lebih sering bersembunyi atau menutupi wajah saat tidur, pemilik sebaiknya memperhatikan perubahan perilaku lainnya. Kebiasaan tersebut dapat berkaitan dengan stres, rasa takut, atau ketidaknyamanan fisik.

Karena itu, penting bagi pemilik untuk tidak hanya memperhatikan posisi tidur kucing, tetapi juga perubahan pola makan, aktivitas, interaksi, hingga kebiasaan sehari-harinya.

(tis/tis)

placeholder