Jum'at, 28 Agustus 2026, 18:23 WIB
Warta Ekonomi, Jakarta -
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berkolaborasi dengan dua Badan Usaha Milik Negara (BUMN), yakni PT Garam (Persero) dan PT Nindya Karya (Persero) untuk mempercepat swasembada garam nasional yang ditargetkan terjadi pada 2027 mendatang.
Kolaborasi kedua BUMN itu diperkuat melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PT Garam (Persero) dan PT Nindya Karya (Persero) yang dilakukan pekan lalu. Kerja sama tersebut mencakup penjajakan investasi, konstruksi, pengembangan, pendanaan, dan pengelolaan K-SIGN.
Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan, Koswara, mengatakan penandatanganan MoU antara PT Garam (Persero) dan PT Nindya Karya (Persero) menjadi langkah strategis untuk mengintegrasikan kapasitas pergaraman, teknologi, dan infrastruktur dalam memperkuat industri garam nasional.
"Sinergi ini diharapkan dapat mempercepat pengembangan industri garam secara lebih terintegrasi sekaligus mendukung pencapaian swasembada garam nasional," kata Koswara dikutip dari siaran pers resmi KKP, Jumat (28/8/2026).
Koswara menambahkan, pencapaian swasembada garam tidak hanya ditentukan oleh peningkatan produksi di tingkat hulu, tetapi juga membutuhkan dukungan infrastruktur, teknologi, efisiensi produksi, serta penguatan tata kelola kawasan. Karena itu, kolaborasi antarbadan usaha diperlukan untuk mengoptimalkan kapasitas dan sumber daya masing-masing.
"Kolaborasi ini harus segera diterjemahkan menjadi langkah konkret di lapangan. Dengan memadukan kapasitas dan sumber daya masing-masing BUMN, kita dapat mempercepat pengembangan industri garam sekaligus menciptakan manfaat dan nilai tambah yang lebih besar" imbuhnya.
Sementara Direktur Utama PT Garam (Persero) Abraham Mose mengatakan, pihaknya siap memperkuat peran sebagai BUMN pergaraman untuk mendukung agenda swasembada garam nasional.
Sinergi dengan PT Nindya Karya (Persero) diharapkan dapat memperkuat kapasitas operasional dan produktivitas melalui dukungan teknologi dan infrastruktur.
"PT Garam berkomitmen meningkatkan kapasitas dan produktivitas sekaligus memperkuat kolaborasi strategis dengan para mitra. Sinergi ini diharapkan dapat mendorong pengelolaan industri garam yang lebih profesional dan berdaya saing serta memenuhi kebutuhan garam nasional," ujar Abraham.
Baca Juga: Purbaya Ungkap Dividen BUMN Rp120 Triliun, Bisa Tambah Keutungan Fiskal
Baca Juga: Bos Danantara Bidik Laba BUMN Terus Melejit hingga Tembus Rp450 Triliun
Baca Juga: Presiden Prabowo: Dalam 2 Tahun, Penghasilan BUMN Naik Ratusan Persen Padahal Puluhan Tahun Merugi
Senada, Direktur Utama PT Nindya Karya Firmansyah selaku pelaksana pekerjaan terintegrasi rancang bangun pembangunan Kawasan Sentra Industri Garam Nasional (K-SIGN) Rote Ndao, mengatakan pembangunan K-SIGN merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan dalam mendukung program swasembada nasional melalui pembangunan infrastruktur sektor pangan.
"Pembangunan K-SIGN menjadi wujud komitmen kami dalam mendukung peningkatan kapasitas produksi garam dalam negeri, memperkuat ketahanan pangan, dan mendorong kemandirian industri garam Indonesia. Dalam pelaksanaannya, Nindya Karya terus mengedepankan kualitas konstruksi, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), ketepatan waktu, serta prinsip pembangunan berkelanjutan," tuturnya.