Jenewa (ANTARA) - Para pemimpin kelompok G7 sepakat untuk segera melepas 100 juta barel secara terkoordinasi dari cadangan minyak darurat selama empat bulan.
Hal itu dilakukan sebagai tanggapan atas melonjaknya harga dan meningkatnya volatilitas di pasar energi global.
Pelepasan yang dikoordinasi melalui Badan Energi Internasional (IEA) itu akan mencakup pelepasan solar dalam jumlah besar di tahap awal oleh anggota dan mitra G7 dalam 20 hari pertama, menurut pernyataan bersama yang dikeluarkan setelah pertemuan para pemimpin kelompok tersebut secara virtual pada Jumat (2/10).
G7 menyatakan akan melakukan pertemuan dalam kerangka kerja organisasi tersebut beberapa hari mendatang guna membahas kemungkinan pelepasan pasokan solar tambahan jika diperlukan.
"Kami menegaskan kembali komitmen kami untuk tidak membatasi ekspor energi dan produk energi di antara negara-negara G7, serta menyerukan kepada semua produsen untuk tidak memberlakukan larangan yang dapat memperburuk ketegangan di pasar," demikian bunyi pernyataan tersebut.
G7 juga sepakat untuk mengoordinasikan jadwal pemeliharaan di seluruh kilang minyak negara anggotanya guna menghindari penghentian kapasitas secara bersamaan serta untuk meningkatkan tingkat pemanfaatan secara sementara jika memungkinkan.
Lembaga tersebut diminta untuk memantau pelaksanaan dan dampak dari langkah-langkah tersebut, serta menyampaikan laporan tindak lanjut dalam waktu 20 hari.
G7 pun menyerukan pemulihan secara segera dan penuh atas hak navigasi di Selat Hormuz, seraya menyatakan tekad untuk melipatgandakan upaya kolektif demi tujuan tersebut.
Kelompok tersebut akan tetap mempertahankan sanksi terhadap Rusia sembari bekerja sama dengan Badan Energi Internasional dan mitra lainnya guna membatasi dampak rambatan ke pasar bahan bakar, gas, dan komoditas lainnya.
Uni Eropa sambut baik pelepasan cadangan darurat
Presiden Dewan Eropa Antonio Costa menyambut baik langkah-langkah terkoordinasi G7 tersebut, seraya mengatakan para pemimpin Uni Eropa akan membahas situasi energi dalam pertemuan mereka pada 15-16 Oktober mendatang.
Dalam unggahan di akun X, Costa menyambut baik langkah terkoordinasi G7 terhadap situasi energi global yang dimulai segera dan berlangsung selama empat bulan, dengan prioritas awal pada pelepasan stok solar oleh negara-negara anggota dan mitra G7.
"Komitmen untuk tidak memberlakukan pembatasan ekspor energi dan produk energi di antara negara-negara G7, serta seruan kepada seluruh produsen untuk menahan diri dari penerapan larangan yang dapat memperparah ketegangan pasar," tambah Costa.
Dia mengatakan para pemimpin Uni Eropa akan membahas upaya untuk meringankan dampak kenaikan harga energi terhadap warga, dunia usaha, dan industri di Eropa pada pertemuan Dewan Eropa.
Menurut Costa, krisis tersebut juga menyoroti perlunya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan mempercepat transisi menuju sumber energi domestik.
Sumber: Anadolu
Pewarta: Cindy Frishanti Octavia
Editor : Vicki Febrianto
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.