FTA Indonesia-EAEU buka akses ke 290 juta konsumen RI

September 2026 · 2 minute read

Jakarta (ANTARA) - Presiden Prabowo Subianto menyebut Perjanjian Perdagangan Bebas atau Free Trade Agreement (FTA) Indonesia-Uni Ekonomi Eurasia (EAEU) akan memberikan akses pasar bagi produsen Eurasia ke lebih dari 290 juta konsumen Indonesia.

Dipantau secara daring melalui siaran langsung Sekretariat Presiden di Jakarta, Kamis, Presiden Prabowo mengatakan perjanjian tersebut juga membuka akses bagi produsen Indonesia ke lima negara anggota EAEU, yakni Armenia, Belarus, Kazakhstan, Kirgizstan, dan Rusia.

"Perjanjian ini merupakan arsitektur perdagangan Selatan-Selatan. Perjanjian ini membuka lima pasar bagi produsen Indonesia dan memberikan produsen Eurasia akses ke lebih dari 290 juta konsumen Indonesia," ujar Presiden Prabowo dalam pidato Eastern Economic Forum ke-11 di Vladivostok, Rusia, Kamis waktu setempat.

Menurutnya, FTA Indonesia-EAEU ditandatangani di St. Petersburg pada 21 Desember 2025. Perjanjian tersebut mencakup penghapusan atau pengurangan bea atas 11.882 pos tarif atau lebih dari 90 persen barang yang diperdagangkan.

Ia menargetkan perdagangan Indonesia-Rusia dapat digandakan dalam periode peninjauan pertama FTA Indonesia-EAEU. Peningkatan tersebut, kata Presiden Prabowo, akan didorong oleh perekonomian kedua negara yang saling melengkapi, serta rencana mulai berlakunya FTA pada awal 2027.

Presiden Prabowo menilai Indonesia juga dapat menjadi pintu masuk alami bagi pelaku usaha Eurasia ke pasar ASEAN karena Indonesia merupakan pasar terbesar di kawasan dan menjadi pusat Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).

Sementara itu, delegasi bisnis Indonesia yang hadir di EEF ke-11 disebut tengah mempersiapkan pengiriman perdana, mencari pembeli, memastikan logistik, serta menyelesaikan pengaturan pembayaran untuk memanfaatkan FTA tersebut.

Pewarta : Maria Cicilia Galuh Prayudhia
Editor: I Komang Suparta
COPYRIGHT © ANTARA 2026