Fintech Samir Catatkan Kenaikan Pembiayaan 84% per Juni 2026

July 2026 ยท 2 minute read

ILUSTRASI. Pinjaman online (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)

Reporter: Ade Priyatin | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kenaikan laba industri pinjaman daring (pindar) sebesar 37,43% year on year (YoY) menjadi Rp 1,08 triliun hingga Mei 2026.

Direktur Utama PT Sahabat Mikro Fintek (Samir) Handy Juniandri mengatakan peningkatan laba ini mengindikasikan pertumbuhan kepercayaan masyarakat dan para pelaku usaha terhadap pembiayaan pindar yang legal dan transparan makin meningkat.

Kendati begitu, Handy melihat bahwa pertumbuhan harus tetap diimbangi dengan penguatan tata kelola perusahaan, kualitas pembiayaan, dan penerapan manajemen risiko yang disiplin.

Di samping itu, ia menegaskan bahwa kesehatan bisnis tidak hanya diukur dari besaran laba yang dibukukan, melainkan harus tetap memperhatikan kualitas portofolio pembiayaan.

Baca Juga: Fintech Amartha Terapkan Strategi Ini Jaga Kualitas Portofolio Pembiayaan

"Kualitas bisnis pindar yang lebih tidak tidak hanya diukur dari laba atau profit semata," ujarnya kepada Kontan, Selasa (21/7/2026).

Lebih lanjut, ia juga berharap agar penyaluran pembiayaan makin kuat menopang sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), termasuk di luar pulau Jawa.

Di Samir sendiri, porsi pembiayaan di luar pulau Jawa terus mengalami peningkatan pada semester I-2026, misalnya di Sumatra telah mendekati peningkatan 17%. Adapun pulau lain, seperti Sulawesi dan Kalimantan juga menunjukkan pertumbuhan yang positif.

Adapun dari sisi kinerja, Samir membukukan pertumbuhan bisnis positif pada periode yang sama. Total pembiayaan perusahaan pada periode Januari hingga Juni 2026 tercatat meningkat 84% secara tahunan.

Baca Juga: Perbaiki TWP90, AFPI Imbau Fintech Lending Tetap Hati-hati Salurkan Pembiayaan

Handy menegaskan, pertumbuhan kinerja akan semakin kuat melalui kolaborasi lintas keuangan, perluasan pembiayaan ke luar pulau Jawa, dan meningkatkan pembiayaan di sektor produktif UMKM.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag