Fakta-fakta Eks Pejabat Kemenkes Kini Pimpin Tata Kelola MBG

July 2026 ยท 2 minute read

Jakarta -

Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap alasan di balik penunjukan mantan pejabat Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr Prima Yosephine sebagai Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola. Pengalaman panjang Prima mengelola program imunisasi nasional dinilai menjadi modal penting untuk membenahi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

BGN menjelaskan pengangkatan deputi tersebut dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto sesuai ketentuan dalam Pasal 59.

"Beliau adalah dokter dengan gelar Magister Kesehatan Masyarakat, memiliki keahlian di bidang epidemiologi," beber Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari BGN dalam konferensi pers Selasa (22/7/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum bergabung dengan BGN, Prima menjabat sebagai Direktur Penyakit Menular di Kementerian Kesehatan. Ia juga pernah menjadi Direktur Pengelolaan Imunisasi sehingga memiliki pengalaman dalam menjalankan program kesehatan berskala nasional.

Dinilai Punya Pengalaman Kelola Program Nasional

BGN menilai pengalaman Prima mengelola program imunisasi memiliki banyak kesamaan dengan pelaksanaan MBG, yang sama-sama menyasar jutaan masyarakat di seluruh Indonesia.

"Kenapa beliau ditunjuk sebagai Deputi Bidang Sistem dan Tata Kelola? Karena pengalaman beliau mengelola program imunisasi nasional kurang lebih memiliki komparasi dengan Program MBG yang juga bersifat nasional," jelasnya.

Menurut BGN, keahlian tersebut dibutuhkan untuk memperbaiki berbagai aspek tata kelola MBG, mulai dari perencanaan sasaran hingga evaluasi program.

"Beliau biasa bekerja membangun sistem yang dimulai dari perencanaan sasaran, penetapan target, distribusi secara berjenjang dari pusat hingga fasilitas pelayanan," katanya.

Benahi Data Penerima MBG

Salah satu tugas utama Prima nantinya adalah merapikan penetapan sasaran penerima MBG, termasuk memvalidasi jumlah penerima manfaat yang selama ini menjadi perhatian pemerintah.

BGN menyinggung polemik mengenai angka 63,2 juta penerima manfaat yang sebelumnya menjadi acuan.

"Beliau yang nanti akan merapikan itu, mulai dari penetapan target. Bapak-bapak pasti tahu kenapa kemarin muncul angka 63,2 juta. Nah, nanti beliau yang akan merapikan itu," ujarnya.

Selain itu, pengalaman Prima dalam mengelola data penerima imunisasi secara 'by name by address' juga dinilai relevan dengan kebutuhan MBG.

"Itu yang sedang kami bangun. Kami sangat membutuhkan keahlian Ibu Prima. Beliau sudah terbiasa mengelola jutaan penerima imunisasi secara by name by address," jelasnya.

Fokus hingga Monitoring dan Evaluasi

hanya menyusun sasaran dan target, Prima juga dipercaya memperkuat sistem pemantauan dan evaluasi program MBG agar efektivitas intervensi pemerintah dapat diukur secara lebih akurat.

"Hingga monitoring dan evaluasi capaian program. Beliau adalah orang yang tepat untuk memperbaiki penetapan sasaran, target, sampai monitoring apakah intervensi yang dilakukan pemerintah benar-benar berhasil atau tidak," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2

(naf/naf)