Jakarta (ANTARA) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan bahwa saat ini Indonesia berada dalam kondisi survival dalam menghadapi fluktuasi harga minyak dunia akibat gejolak geopolitik.
“Hingga saat ini, strategi kita masih sama, yaitu dalam kondisi ‘survival mode’. Artinya, kita selalu siap mengantisipasi gejolak atau dinamika perubahan yang cepat,” ujar Juru Bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia ketika dihubungi ANTARA di Jakarta, Senin.
Kondisi tersebut, lanjut dia, telah berlangsung sejak terjadinya krisis energi global pada Februari 2026.
Anggia menyampaikan bahwa pemerintah tentu berharap kondisi global segera membaik, namun tidak ada yang bisa menjamin konflik segera berakhir.
Oleh karena itu, Anggia mengatakan langkah yang diambil oleh Kementerian ESDM adalah melakukan diversifikasi sumber-sumber impor, baik untuk minyak mentah, maupun untuk bahan bakar minyak (BBM) dan LPG.
“Pemerintah juga terus memitigasi dan memperkuat stok energi untuk memastikan ketersediaan pasokan bagi masyarakat,” ujar Anggia.
Ia menambahkan, ketika harga minyak mentah mengalami peningkatan di pasar internasional, Indonesia juga turut menuai keuntungan sebab menghasilkan 600 ribu barel minyak per hari.
“Secara APBN akan menaikkan pendapatan negara dari sisi PNBP (Pendapatan Negara Bukan Pajak) penjualan minyak mentah,” kata Anggia.
Sebagai informasi, pada perdagangan Kamis (23/7), harga minyak mentah jenis WTI melonjak lebih dari 6 persen ke atas 92 dolar AS per barel, sementara jenis Brent naik lebih dari 6 persen hingga menembus 100 dolar AS per barel, atau tertinggi sejak awal Juni 2026.
Mengutip Anadolu pada Senin, tidak ada laporan serangan baru dari Amerika Serikat maupun Iran untuk malam kedua berturut-turut, sementara Pakistan dan Qatar meningkatkan upaya mediasi guna mendorong deeskalasi konflik antara Washington dan Teheran.
Menurut Komando Pusat AS (CENTCOM), jeda tersebut terjadi setelah hampir dua pekan serangan Amerika Serikat yang menyasar infrastruktur militer, sistem pengawasan pesisir, fasilitas rudal dan pesawat nirawak, aset angkatan laut, serta pusat logistik Iran.
Sumber pemerintah Pakistan mengatakan kepada Anadolu bahwa Islamabad dan Doha kini mengintensifkan pertukaran pesan antara Amerika Serikat dan Iran.
Harga minyak dunia pun menunjukkan penurunan hingga di sekitar 90 dolar AS per barel untuk Brent dan sekitar 84 dolar AS per barel untuk WTI.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: ESDM tegaskan dalam kondisi 'survival' hadapi fluktuasi harga minyak
Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor : Debby H. Mano
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.