Era Graharealty (IPAC) Bersiap Delisting, Gelar Tender Saham Rp250 Apa Dasarnya? - Bursa Katadata.co.id

September 2026 · 2 minute read

Perusahaan yang bergerak di bidang jasa agen real estat dan pemegang waralaba merek ERA Indonesia, PT Era Graharealty Tbk (IPAC) berencana melakukan go private dan menghapus pencatatan saham atau delisting dari Bursa Efek Indonesia (BEI).

Manajemen IPAC mengatakan perubahan strategi bisnis menjadi salah satu alasan rencana tersebut. IPAC tidak lagi membutuhkan pendanaan dari pasar modal dan tidak memiliki rencana menghimpun dana melalui pasar modal di masa mendatang.

Selain itu, IPAC menilai go private dapat meningkatkan efisiensi biaya operasional untuk memperkuat daya saing di tengah pasar yang semakin kompetitif. Langkah iru juga dinilai memberikan fleksibilitas lebih besar bagi perusahaan dalam mengembangkan bisnis maupun melakukan restrukturisasi jika diperlukan.

Manajemen mengatakan rencana tersebut diambil usai manajemen mengevaluasi strategi bisnis jangka panjang IPAC dan grup perusahaan, terutama dalam pengelolaan aset dan kegiatan operasional yang lebih efisien.

“Termasuk melalui restrukturisasi kepemilikan saham dalam Grup Perseroan, perseroan memutuskan untuk melaksanakan rencana go private dan delisting,” ucap manajemen dalam keterbukaan informasi BEI, Jumat (11/9). 

Dalam proses go private dan delisting tersebut, APAC Investment 2 Pte. Ltd. akan menggelar penawaran tender sukarela atau voluntary tender offer (VTO) terhadap maksimal 89,31 juta saham IPAC milik investor publik. Jumlah tersebut setara 9,402% dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh perseroan.

APAC Investment 2 menawarkan harga Rp 250 per saham. Harga iru lebih tinggi dibandingkan rata-rata harga tertinggi perdagangan harian saham IPAC selama 90 hari terakhir sebelum pengumuman RUPS sebesar Rp 173 per saham.

Dengan harga penawaran Rp 250 per saham, APAC Investment 2 berpotensi merogoh dana maksimal sekitar Rp 22,33 miliar untuk membeli seluruh saham publik yang menjadi sasaran VTO.