Banda Aceh (ANTARA) - Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Bireuen bersama elemen masyarakat deklarasi kedamaian dan komitmen menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Jumat.
"Kita harus terus merawat persatuan ini," kata Danrem 011/Lilawangsa Brigjen TNI Ali Imran di sela-sela Apel Kebangsaan, di Bireuen, Jumat.
Penandatanganan deklarasi damai dan komitmen menjaga keutuhan NKRI tersebut dilaksanakan dalam Apel Kebangsaan Indonesia Damai, di Aula Setdakab Bireuen.
Danrem Ali Imran menegaskan, pentingnya kolaborasi semua pihak dalam menjaga keamanan, dan apel kebangsaan ini menjadi bukti bahwa masyarakat siap menjaga perdamaian.
"Apel kebangsaan ini menjadi bukti bahwa seluruh elemen masyarakat Bireuen siap menjaga perdamaian dan menolak segala bentuk perpecahan," ujar Danrem.
Sementara itu, Sekda Kabupaten Bireuen, Ismunandar saat membacakan sambutan tertulis Bupati Bireuen, Mukhlis, menekankan bahwa perbedaan suku, agama, ras, dan budaya bukanlah alasan untuk terpecah belah.
Oleh karena itu, Pemkab mengajak masyarakat untuk melakukan tiga hal penting, yaitu menjaga persatuan dengan menghindari perpecahan, berita bohong (hoax), dan rasa benci.
Kemudian, mengamalkan Pancasila sebagai dasar dalam bersikap sehari-hari. Dan, membangun negeri dengan memberikan karya dan kontribusi terbaik di bidang masing-masing.
"Mari kita jaga keutuhan NKRI dengan kerja sama dan rasa damai," baca Ismunandar.
Dalam kesempatan ini, Dandim 0111/Bireuen, Letkol Inf Dikdik Sukayat, menegaskan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman dan harmonis.
"Semangat Indonesia damai harus kita wujudkan dalam kehidupan sehari-hari. Perbedaan bukan alasan untuk terpecah, tetapi menjadi kekuatan untuk membangun Bireuen yang aman, rukun dan semakin maju," demikian Letkol Inf Dikdik Sukayat.
Pewarta: Rahmat Fajri
Editor : M Ifdhal
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.