El Nino Datang Lebih Cepat, Antisipasi Penting buat Cegah Karhutla

August 2026 ยท 2 minute read

Jakarta -

Pemerintah memperkuat koordinasi dan antisipasi dalam upaya mitigasi potensi perluasan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah fenomena El Nino.

Berdasarkan data BMKG, El Nino saat ini berada pada intensitas sangat kuat dengan indeks Nino 3.4 mencapai +2,19. Kondisi cuaca panas dan relatif kering juga makin terasa di sebagian besar wilayah Indonesia.

Kondisi tersebut menunjukkan suhu muka laut di Samudera Pasifik lebih hangat dibandingkan kondisi normal dan berpotensi menyebabkan berkurangnya curah hujan di Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ancaman tersebut berpotensi semakin meningkat karena kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) diprediksi memasuki fase positif pada September-November 2026 yang berpotensi semakin mengurangi curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia.

Fenomena El Nino yang datang lebih cepat membuat kondisi cuaca menjadi lebih panas dan kering serta berlangsung lebih lama. Suhu tertinggi tercatat mencapai 38 derajat celcius.

Situasi tersebut meningkatkan potensi terjadinya karhutla dan memperbesar risiko munculnya asap. Citra sebaran asap bahkan sudah terdeteksi di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Papua Selatan.

"Kewaspadaan semua pihak menjadi penting untuk mencegah karhutla, terutama ketika kondisi iklim tahun ini berpotensi lebih kering dan panas dibandingkan periode normal," kata Menhut Raja Juli Antoni dalam Rapat Kerja bersama Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan Jakarta seperti dikutip Antara, Rabu (19/8/2026).

Menhut mengingatkan ancaman El Nino tahun ini memiliki kemiripan dengan fenomena El Nino pada 2015 silam. Pemerintah akan terus memantau perkembangan kondisi iklim bersama Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), termasuk untuk mengantisipasi dampaknya terhadap potensi karhutla.

"Per hari ini lebih tinggi dari 2015. Ini data dari BMKG yang kami selalu koordinasi. Sampai pagi ini saya terus berkoordinasi dengan BMKG," kata dia.

Dia tidak bosan mengingatkan kepada masyarakat maupun korporasi agar tidak melakukan pembakaran lahan dalam kondisi cuaca yang panas dan kering.

Ia juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap sumber api sekecil apa pun, termasuk tidak membuang puntung rokok sembarangan.

"Jangan membakar lahan. Masyarakat dan korporasi harus sama-sama waspada. Bahkan puntung rokok pun jangan sampai dibuang sembarangan, karena dalam kondisi kering seperti ini bisa menjadi sumber api," kata dia.

(wsw/wsw)