Dugaan Keracunan MBG di Pati, Begini Kondisi 59 Korban yang Masih Dirawat

September 2026 · 2 minute read

Ayu Rachmaningtyas

| 11 September 2026, 09:30 WIB

Dugaan Keracunan MBG di Pati, Begini Kondisi 59 Korban yang Masih Dirawat

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Trenggono, meninjau langsung kondisi penerima manfaat yang diduga mengalami keracunan makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

AKURAT.CO Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Trenggono, meninjau langsung kondisi penerima manfaat yang diduga mengalami keracunan makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Pati, Jawa Tengah.

Hingga saat peninjauan dilakukan, sebanyak 59 orang masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Trenggono memastikan seluruh korban menunjukkan kondisi yang membaik dan tidak ada yang berada dalam kondisi mengkhawatirkan.

“Kami bersama Bapak Plt. Bupati langsung menjenguk dan melihat dari dekat. Sampai dengan siang atau sore hari ini, masih ada 59 yang masih dirawat dan semuanya sudah dalam kondisi yang segera pulih. Tidak ada yang kondisinya mengkhawatirkan,” ujar Trenggono, dikutip Jumat (11/9/2026).

BGN bersama Pemerintah Kabupaten Pati memastikan seluruh penerima manfaat yang terdampak mendapatkan penanganan medis secara optimal.

Pemerintah juga memastikan persoalan biaya perawatan tidak menjadi kendala bagi korban.

“Yang jelas semua akan ditangani oleh pemerintah daerah maupun dari BGN. Jadi, tidak ada masalah untuk biayanya, sudah diatasi semua baik dari pemda maupun BGN,” katanya.

Trenggono mengatakan kejadian tersebut menjadi perhatian BGN untuk memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan program MBG.

Evaluasi diperlukan agar makanan yang disalurkan kepada penerima manfaat memenuhi standar keamanan pangan.

BGN berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi dalam pelaksanaan program MBG di daerah lain.

“Harapannya tentu tidak ada lagi makanan MBG yang disiapkan menimbulkan kejadian seperti ini,” ujarnya.

Baca Juga: Dugaan Keracunan MBG Terjadi di Pati dan Bantul, Puluhan Siswa Masih Dirawat