Dua tewas, ribuan penduduk dievakuasi akibat banjir di Thailand
Jumat, 21 Agustus 2026 08:58 WIB
Warga berjalan melewati daerah yang terendam banjir di Kota Hat Yai, Songkhla, Thailand, Sabtu (22/11/2025). Banjir yang merendam kawasan tersebut akibat curah hujan yang tinggi dan memnyebabkan jalan, area komersial terendam, pariwisata dan lalu lintas lumpuh. ANTARA FOTO/REUTERS/Roylee Suriyaworakul/agr
Bangkok (ANTARA) - Dua orang dilaporkan tewas, lima orang terluka, dan ribuan orang dievakuasi akibat banjir musiman cukup parah di beberapa provinsi di sebelah utara Thailand, menurut laporan televisi pemerintah Thai PBS pada Kamis (20/8).
Sebanyak 2.000 warga di desa-desa yang paling parah terdampak banjir di provinsi Nan dan Mae Hong Son dievakuasi ke daerah lebih tinggi.
Bencana banjir dan tanah longsor itu disebabkan oleh hujan lebat musiman yang terus mengguyur wilayah utara Thailand.
Laporan itu juga menyebutkan Provinsi Nan mengalami dampak lebih parah dibandingkan dengan beberapa provinsi tetangganya, karena lokasi provinsi itu berada di sebuah lembah yang dikelilingi pegunungan.
Hingga Kamis malam, banjir masih melanda Provinsi Nan dan Provinsi Mae Hong Son, tetapi air mulai surut di beberapa wilayah yang tergenang.
Hujan lebat masih terus terjadi tetapi kini telah bergeser ke arah selatan menuju provinsi Phitsanulok dan Sukhothai serta ke arah timur laut di Provinsi Ubon Ratchathani, di mana banjir mulai terjadi secara bertahap.
Di seluruh provinsi bagian utara dan timur laut Thailand, pihak berwenang telah bersiap melakukan evakuasi terhadap penduduk di daerah-daerah yang terancam banjir. Otoritas berwenang setempat juga telah mendirikan pusat-pusat penampungan bagi para pengungsi.
Para petugas penyelamat dan relawan sedang beroperasi di zona banjir, mendistribusikan air minum kemasan dan makanan dengan perahu kepada warga di pemukiman-pemukiman yang hanya lantai dasarnya tergenang sebagian dan tidak ada bahaya kenaikan mendadak permukaan air, demikian dilaporkan saluran TV tersebut.
Sumber: Sputnik
Pewarta : Yoanita Hastryka Djohan
Editor:
Andriy Karantiti
COPYRIGHT © ANTARA 2026