DPRD Jabar dorong investasi tetap jaga fungsi ekologi - ANTARA News Jawa Barat

September 2026 · 2 minute read

Kota Bandung (ANTARA) - Anggota Komisi II DPRD Jawa Barat H Arief Maoshul Affandy mendorong kegiatan usaha dan investasi di daerah tetap memperhatikan fungsi ekologis, termasuk keberadaan pohon dan ruang terbuka hijau (RTH).

Menurut Arief, ekspansi usaha memang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan lapangan pekerjaan, tetapi pelaksanaannya harus tetap memperhatikan prinsip pembangunan berkelanjutan.

“Etika bisnis tak boleh merusak estetika kota dan fungsi ekologis. Tentu, kami selalu mendorong investasi yang berlandaskan green economy. Profitabilitas harus berjalan, dan tentunya beriringan dengan pelestarian lingkungan, bukan justru saling mematikan,” kata Arief dalam keterangan yang diterima di Bandung, Rabu.

Ia menilai penebangan pohon tanpa izin, seperti yang terjadi di depan lapangan padel di Jalan Moh Toha, Kota Bandung perlu menjadi perhatian serius karena dapat memberikan preseden buruk terhadap kepatuhan pelaku usaha terhadap ketentuan lingkungan.

“Sebagai mitra di sektor ekonomi Komisi II tentu secara tegas meminta ke pemerintah provinsi maupun kota atau kabupaten untuk ke depannya di luar Kota Bandung agar tak ragu memberikan sanksi tegas. Bahkan, bila perlu hingga pencabutan izin usaha bagi investor-investor yang sudah terbukti membandel melanggar hukum,” ujarnya.

Arief mengatakan DPRD Jabar juga akan memperkuat koordinasi dengan Dinas Penanaman Modal serta instansi terkait untuk memastikan pengawasan terhadap perizinan dan kegiatan usaha berjalan setelah izin diterbitkan.

“Pelaku usaha harus diawasi ketat pascaizin terbit. Lalu, investasi tidak boleh dijadikan tameng hanya untuk menormalisasi pelanggaran hukum di lapangan,” katanya.

Menurutnya, pengawasan tersebut penting agar pertumbuhan investasi tetap berjalan tanpa mengorbankan hak masyarakat atas lingkungan yang baik.

Ia menegaskan kepatuhan terhadap rencana tata ruang wilayah (RTRW) dan rencana detail tata ruang (RDTR) menjadi salah satu kunci untuk menjaga iklim usaha tetap kondusif sekaligus memastikan pembangunan tidak mengabaikan fungsi ekologis.

Arief berharap pengembangan usaha di Jawa Barat dapat terus dilakukan dengan mengedepankan keseimbangan antara kepentingan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, tata ruang, dan pelestarian lingkungan.

Pewarta: Rubby Jovan Primananda
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.