Pangkalpinang (ANTARA) - DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menggelar audiensi bersama PT Pertamina Patra Niaga untuk mendiskusikan persoalan maraknya antrean BBM di semua SPBU se-Bangka Belitung.
"Untuk antrean dan stok BBM ini ternyata semua sektor mengalami kerugian yang sama. Namun pihak Pertamina sangat responsif dan cepat dalam mengatasi masalah," kata Ketua DPRD Babel, Didit Sri Gusjaya di Pangkalpinang, Selasa.
Didit berharap semoga persoalan bbm subsidi ini dapat segera ditanggapi oleh Pertamina Patraniaga area Babel, dan semua kesulitan dalam oenyaluran juga dapat segera di atasi agar kondisi bisa seperti normal.
"Kesulitannya seperti apa semoga ada solusi dan kondisi antrian di SPBU bisa kembali normal," ujarnya.
Sales Area Manager Pertamina Patraniaga, Satriyo Wibowo Wicaksono mengatakan PT Pertamina Patraniaga Area Bangka Belitung memastikan tidak ada kendala dalam penyaluran BBM, namun adanya pengisian berulang, penggunaan QR code yang sama, ganda dan plat palsu menyebabkan antrian panjang di semua SPBU se-Bangka Belitung.
"Untuk masyarakat Bangka Belitung, stok BBM di terminal kami sebenarnya aman hingga tujuh hari ke depan, jadi tidak ada masalah dalam penyaluran," katanya.
Ia mengatakan stok BBM untuk masyarakat Babel cukup asalkan masyarakat tidak melakukan pembelian yang berlebihan karena yang kami monitor di lapangan memang banyak kendaraan yang melakukan pembelian berulang, termasuk para pengecer.
"Pagi hari ini kami juga sudah berkoordinasi dengan Kapolda untuk membantu pengamanan antrean di lapangan, supaya oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab tidak memanfaatkan situasi karena sebenarnya kondisi tetap normal," ujarnya.
Menurutnya penyebab antrean BBM yang panjang di SPBU di duga adanya penimbunan dan mason didalami pihak Pertamina bersama SPBU juga karena adanya temuan di lapangan yang menunjukkan pembelian BBM subsidi dengan menggunakan QR Code yang sama ganda dan penggunaan nomor polisi palsu.
"Banyak kendaraan yang berpindah-pindah dari satu SPBU ke SPBU lain untuk melakukan pengisian berulang. Karena itu kami melakukan pemetaan, dan QR Code yang terindikasi melanggar sudah kami blokir. Saat ini sudah ada hampir 500 kendaraan yang diblokir," terang Wicaksono.
Pertamina Patraniaga Area Bangka Belitung memastikan tidak ada pengurangan pasokan BBM ke SPBU karena supply selalu normal bahkan untuk BBM Subsidi jenis pertalite ada penambahan 8%.
Namun, untuk SPBU yang dikenai sanksi karena tidak patuh terhadap aturan penyaluran, sementara sudah dihentikan pengirimannya dan sejak awal tahun ini sudah diberlakukan.
"Sudah ada beberapa SPBU yang dikenai sanksi karena tidak patuh dan kami hentikan penyalurannya. Namun penghentian pasokan dilakukan secara bergantian agar tidak menimbulkan antrean yang semakin panjang di SPBU lain," ujarnya.
Ia menambahkan Pertamina Patraniaga Area Babel juga berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk melakukan pengamanan serta penertiban terhadap kendaraan-kendaraan yang diduga melakukan pengisian berulang.
"Kami terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum terkait langkah penindakan pelanggaran ini. Intinya, GM Pertamina telah mengambil langkah yang sangat responsif dalam menangani kondisi ini agar kembali normal," ujarnya.
Ia berharap masyarakat tidak panik dan tidak membeli BBM secara berlebihan karena sebanyak apapun jumlah stok di Pertamina akan tetap di salurkan ke SPBU dan untuk tujuh hari kedepan jumlah stok tetap aman.
"Kami mengajak media dan masyarakat ikut melakukan pengawasan. Jangan hanya pemerintah daerah atau Pertamina saja, masyarakat juga dapat melaporkan jika menemukan dugaan pelanggaran di SPBU," tutup Wicaksono.
Pewarta: Elza Elvia
Uploader : Rustam Effendi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.