DJPb Jambi nilai program MBG dorong ketahanan pangan dan ekonomi lokal - ANTARA News Jambi

September 2026 · 2 minute read

Kota Jambi (ANTARA) - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Provinsi Jambi menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki potensi memperkuat perekonomian daerah melalui rantai pasok pangan lokal.

"MBG bukan hanya program gizi, tetapi juga instrumen ekonomi yang mampu menciptakan permintaan stabil bagi produk pangan lokal. Namun, tanpa penguatan kapasitas produsen lokal, manfaat ekonominya bisa bocor ke luar daerah," kata Kepala Kanwil DJPb Provinsi Jambi, Adnan Wimbyarto dalam diseminasi Kajian Fiskal Regional (KFR) di Kota Jambi, Rabu.

Adnan menilai, fungsi MBG berperan dalam penguatan aktivitas ekonomi daerah, utamanya pada perdagangan dan distribusi, pertanian dan pangan serta serapan tenaga kerja.

Berdasarkan data yang disampaikan, hingga Juni 2026, Program MBG di Provinsi Jambi telah beroperasi melalui 234 unit SPPG, melibatkan 677 pemasok, menyerap 10.145 petugas, dan melayani 459.688 penerima manfaat.

Angka itu baru mencapai sekitar 55,19 persen dari target 424 SPPG dan 50,70 persen dari target 906.654 penerima manfaat.

Kepala Seksi PPA 2C Kanwil DJPb Provinsi Jambi, Mustaqim Siga mengaitkan realisasi MBG menunjukkan akselerasi operasional yang cukup kuat, terutama dalam hal pembentukan jaringan pemasok dan penyerapan tenaga kerja.

"Setiap penambahan satu unit SPPG menyerap sekitar 47 tenaga kerja. Estimasi aliran upah langsung mencapai Rp1,01 miliar per hari," ungkapnya.

Namun, ia menyoroti sejumlah isu strategis yang masih menghambat optimalisasi dampak ekonomi MBG. Pertama, keterbatasan kapasitas dan kontinuitas pasokan bahan pangan lokal.

Seperti, produksi beras lokal baru memenuhi sekitar 71 persen kebutuhan. Susu, buah, ayam, dan sayuran masih terbatas, sehingga masih bergantung pada pasokan dari luar daerah.

Lalu, sebaran dan kapasitas SPPG yang belum merata antar kabupaten/kota. Kota Jambi mendominasi dengan 53 unit SPPG dan 109.422 penerima manfaat, sementara Kota Sungai Penuh hanya memiliki 11 unit SPPG dan 24.638 penerima manfaat.

Mustaqim menegaskan bahwa MBG memiliki keterkaitan erat dengan aktivitas ekonomi daerah.

Sektor perdagangan besar dan eceran menyumbang 13,92 persen terhadap PDRB Jambi, sementara sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan mencapai 32,98 persen.

"Pengadaan rutin MBG menciptakan tambahan permintaan bahan pangan dan barang pendukung melalui pemasok, distributor, dan pedagang. Ini adalah peluang besar bagi produsen lokal," ungkapnya.

Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.