Denpasar (ANTARA) - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bali menyebutkan perbankan dan lembaga jasa keuangan di Pulau Dewata terus meningkatkan penyaluran kredit usaha mikro melalui skema kredit usaha rakyat (KUR).
“Bali masuk enam besar provinsi dalam penyaluran KUR terbesar di tanah air,” kata Kepala Kanwil DJPb Bali Supendi di Denpasar, Jumat.
Realisasi penyaluran KUR selama periode Januari-Juni 2026 di Bali menembus Rp6,92 triliun atau naik 36,3 persen jika dibandingkan periode sama 2025 yang saat itu mencapai Rp5,07 triliun.
Dari realisasi tersebut, usaha mikro mengakses paling besar mencapai Rp4,17 triliun.
Jumlah debitur juga bertambah menjadi 79.272 debitur atau naik delapan persen dibandingkan semester I 2025 mencapai 72.771 orang debitur.
Debitur dari usaha perdagangan besar dan eceran menerima KUR paling banyak mencapai 33 persen, kemudian sebanyak 20 persen dari sektor pertanian dan 13 persen lainnya usaha yang bergerak di sektor jasa kemasyarakatan, sosial budaya, hiburan.
Adapun debitur KUR di Kabupaten Buleleng masih menjadi yang terbanyak mencapai 14.649 debitur dengan nilai nominal mencapai Rp831,65 miliar, sedangkan nilai nominal penyaluran terbanyak di Kota Denpasar mencapai Rp1,18 triliun kepada 9.870 debitur.
Total ada 20 lembaga penyaluran KUR dan ultra mikro di Bali baik oleh bank BUMN, bank swasta nasional, bank pembangunan daerah baik di Bali dan provinsi lainnya, koperasi dan pergadaian.
Besaran suku bunga KUR tetap terjangkau bagi seluruh usaha produktif, dengan suku bunga KUR Super Mikro sebesar 3 persen efektif per tahun dan suku bunga KUR Mikro serta KUR Kecil untuk sektor produksi dan perdagangan berorientasi ekspor tetap sebesar 6 persen efektif per tahun.
Pewarta: Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Editor : Ardi Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.