Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Donald Trump menyebut sudah mencapai kesepakatan dengan Denmark untuk memberikan Amerika Serikat "kendali permanen" atas keamanan Greenland.
Kesepakatan tersebut, klaim Trump di media sosial miliknya, Truth Social, bakal melarang Rusia dan China mendirikan pangkalan di wilayah Arktik tersebut.
"Saya dengan senang hati mengumumkan bahwa Amerika Serikat telah menjalin kesepakatan dengan Kerajaan Denmark dan Greenland, yang memberikan kendali permanen kepada Amerika Serikat atas keamanan serta segala kebutuhan lainnya di Greenland," ujar Trump pada Jumat (18/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mulai sekarang, tidak ada satu pun pihak lawan AS yang boleh memiliki pangkalan, kehadiran militer, ataupun melakukan investasi sensitif di Greenland tanpa persetujuan tertulis yang tegas dari kami."
Pria 80 tahun itu menyebut kesepakatan tersebut memiliki "Perjanjian Masa Berlaku Tak Terbatas, tidak ada akhirnya!" serta mengatakan Washington akan segera mulai membangun kehadiran militer yang besar di wilayah tersebut.
Sejak kembali ke Gedung Putih pada Januari 2025, Trump berulang kali menegaskan Washington perlu menguasai Greenland demi alasan strategis. Hal itu sempat membuat khawatir Denmark yang merupakan sekutu NATO dan memicu penolakan keras dari aliansi tersebut.
Denmark dan Greenland menyambut baik kesepakatan tersebut dan menyatakan akan menandatanganinya di sela-sela Sidang Umum PBB di New York pekan depan.
AFP menyebut Trump berulang kali memperingatkan tentang upaya Rusia dan China untuk menancapkan pengaruh di Greenland di tengah perebutan supremasi strategis di wilayah Arktik.
Departemen Luar Negeri AS pun menegaskan kedua negara tersebut tidak akan diizinkan melakukan hal itu.
"Kesepakatan ini menjamin bahwa China dan Rusia tidak dapat memiliki pangkalan di Greenland, tidak dapat mengirim pasukan ke Greenland, serta menetapkan mekanisme yang diperlukan untuk mencegah investasi di sektor-sektor sensitif," kata seorang pejabat Departemen Luar Negeri.
Dalam forum ekonomi Davos pada Januari lalu, Trump mengeklaim mencapai kesepakatan dengan Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte mengenai masa depan Greenland, meskipun rincian ketentuannya masih belum jelas.
Pada 14 September, Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen mengatakan ia "optimistis" diskusi yang berlangsung sejak Januari dengan Amerika Serikat dan Greenland dapat menyelesaikan sengketa tersebut.
Sementara pada Jumat (18/9), Frederiksen menyatakan "senang karena ada prospek kesepakatan yang baik bagi Greenland, Kerajaan Denmark, dan Amerika Serikat," seraya menambahkan bahwa hal itu "baik bagi NATO dan Eropa."
Perdana Menteri Greenland, Jens-Frederik Nielsen, mengatakan kesepakatan dengan Amerika Serikat tersebut "memperkuat" keamanan wilayah itu.
Trump tidak memberikan perincian mengenai bagaimana kesepakatan itu akan berjalan, dan tidak jelas apakah hal itu terkait dengan atau secara substansial berbeda dari kesepakatan Rutte.
Namun, sejumlah media melaporkan bahwa Amerika Serikat ingin membuka tiga pangkalan militer baru di Greenland bagian selatan, sebagai tambahan bagi pangkalan Pituffik yang sudah mereka miliki di wilayah utara.
(end)