Samarinda (ANTARA) - Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) melaksanakan Bimbingan Teknis sekaligus menyalurkan bantuan Usaha Ekonomi Produktif kepada 50 warga penerima manfaat di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu).
"Program penyerahan bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) tersebut merupakan komitmen nyata Pemprov Kaltim dalam mendorong kemandirian ekonomi keluarga di kawasan pedalaman dan perbatasan," kata Kepala Dinas Sosial Kaltim Andi Muhammad Ishak di Samarinda, Selasa.
Dia mengatakan bahwa bimbingan teknis yang diberikan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas serta keterampilan peserta agar mampu mengelola usaha secara produktif dan berkelanjutan.
Ia menekankan bahwa bantuan modal dan pendampingan usaha ini harus dimanfaatkan secara optimal sebagai modal pengembangan potensi wirausaha lokal.
Masing-masing warga penerima mendapatkan modal senilai Rp2,5 juta yang khusus untuk pembelian bahan baku maupun alat produksi pendukung usaha, seperti bahan pembuatan kue, peralatan masak, bahan baku usaha hingga sarana pengemasan produk.
"Bantuan ini hendaknya tidak hanya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sesaat, tetapi dapat dikembangkan menjadi usaha yang produktif, sehingga mampu memberikan tambahan pendapatan bagi keluarga," ujar Andi.
Ia menjelaskan bahwa materi pembekalan yang diberikan mencakup perencanaan usaha, pengelolaan modal, hingga strategi pengembangan usaha agar para peserta memiliki pengetahuan yang memadai.
Melalui program pemberdayaan UEP ini, Dinas Sosial Kaltim berharap dapat memberikan dampak positif bagi peningkatan kesejahteraan dan taraf hidup masyarakat di Kabupaten Mahakam Ulu.
Dinas Sosial Kaltim juga mendorong seluruh penerima manfaat untuk menjalankan usahanya secara konsisten serta mengembangkan potensi ekonomi yang dimiliki.
Langkah pendampingan berkelanjutan dari Pemprov Kaltim ini menjadi wujud kehadiran negara dalam meratakan akses pemberdayaan ekonomi hingga ke wilayah terluar.
"Dengan terwujudnya kemandirian ekonomi keluarga, masyarakat penerima bantuan di Mahakam Ulu diharapkan dapat bangkit menjadi pelaku usaha yang tangguh di daerahnya," kata Andi.
Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.