Tulungagung, Jawa Timur (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur mengamankan sejumlah sampel makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk diuji di laboratorium menyusul dugaan keracunan yang dialami puluhan penerima manfaat di Kecamatan Rejotangan.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung dr. Aris Setiawan, Jumat, mengatakan pihaknya menerima laporan dugaan keracunan pada Rabu (29/7), atau dua hari setelah kejadian.
"Pada Senin (27/7) malam hingga Selasa siang penerima manfaat sudah mulai merasakan gejala, namun kami baru menerima laporan pada Rabu (29/7)," katanya di Tulungagung, Jumat.
Setelah menerima laporan, petugas kesehatan mendatangi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pakisrejo untuk melakukan penyelidikan epidemiologi sekaligus mengamankan sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan.
Sampel yang diamankan meliputi nasi, olahan daging sapi, oseng buncis-tempe, dan selada air. Seluruh sampel telah dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya untuk diuji.
"Hasil pemeriksaan laboratorium diperkirakan keluar dalam waktu sekitar dua pekan," ujarnya.
Berdasarkan keterangan sejumlah penerima manfaat, olahan daging yang disajikan tercium beraroma kurang sedap dan mengalami perubahan tekstur menjadi berlendir saat dikonsumsi.
Selain mengambil sampel makanan, petugas juga menemukan minuman elektrolit dan obat antidiare di dapur SPPG. Menurut pengelola, keduanya disiapkan sebagai penanganan awal bagi penerima manfaat yang mengalami keluhan diare.
Aris mengatakan penggunaan obat bebas tetap perlu disertai koordinasi dengan tenaga kesehatan, terutama apabila kejadian berkaitan dengan konsumsi makanan secara massal.
"Meskipun obat dan minuman tersebut dijual bebas, setiap kejadian yang melibatkan banyak orang sebaiknya segera dilaporkan dan ditangani bersama tenaga kesehatan," katanya.
Dinas Kesehatan juga terus memantau kondisi para penerima manfaat. Dari hasil pemantauan terakhir, sebagian besar telah membaik, sedangkan satu pasien masih menjalani perawatan karena masih mengalami mual, muntah, dan lemas.
Pewarta: Destyan H. Sujarwoko
Editor : Astrid Faidlatul Habibah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.