Dinkes Pangkalpinang intensifkan edukasi penggunaan masker cegah ISPA - ANTARA News Bangka Belitung

September 2026 · 2 minute read

Pangkalpinang (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pangkalpinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), mengintensifkan sosialisasi dan edukasi masyarakat menggunakan masker, guna menekan kasus Infeksi Saluran Pernafasan Akut (Ispa) dampak kemarau ekstrem di daerah itu.

"Saat ini kasus ISPA mengalami peningkatan, karena debu dan asap kebakaran hutan lahan (karhutla) selama musim kemarau ini," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Pangkalpinang Holipah di Pangkalpinang, Minggu.

Berdasarkan data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR) Dinkes Kota Pangkalpinang, lanjutnya, pada Januari hingga Agustus 2026 jumlah penderita ISPA sebanyak 750 kasus atau mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya 176 kasus.

Sementara itu data kasus ISPA di puskesmas se-Kota Pangkalpinang selama Januari hingga Agustus 2026 sebanyak 12.879 kasus atau mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya 21.049 kasus.

"Cuaca panas yang berdebu dan udara kotor ini sangat mempengaruhi kasus ISPA ini. Oleh karena itu diimbau masyarakat untuk selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah," ujarnya.

Ia mengimbau selama musim kemarau ektrem ini masyarakat tidak hanya menggunakan masker tetapi mengurangi aktivitas di luar rumah, memperbanyak mengkonsumsi air putih, dan menerapkan prilaku hidup bersih dan sehat.

"Kami berharap masyarakat mengurangi meminum air es, karena ini memicu berbagai penyakit seperti sakit tenggorokan, asma dan lainnya," kata Holipah.

Menurut dia, karhutla yang marak terjadi selama musim kemarau ini tidak hanya memicu kasus ISPA, tetapi berbagai penyakit berbahaya lainnya seperti penyakit paru-paru dan lainnya.

"Asap karhutla ini menyerang paru-paru, sehingga menimbulkan sesak nafas dan juga menimbulkan iritasi pada mata, karena polusi dari kebakaran lahan dan hutan ini," katanya.

Pewarta: Aprionis
Uploader : Rustam Effendi

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.