Samarinda (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kalimantan Timur (Dinkes Kaltim) mengimbau masyarakat setempat untuk mewaspadai potensi lonjakan kasus diare seiring terbatasnya ketersediaan air bersih pada musim kemarau panjang saat ini.
"Kondisi kemarau dan keterbatasan air bersih berpotensi memicu penurunan sanitasi serta meningkatkan risiko penularan diare," kata Kepala Dinas Kesehatan Kaltim Jaya Mualimin di Samarinda, Selasa.
Dai menambahkan, musim kekeringan yang melanda berbagai wilayah, termasuk di Kabupaten Penajam Paser Utara, Paser, hingga Mahakam Ulu menyebabkan pasokan air bersih untuk kebutuhan rumah tangga dan sanitasi warga menyusut.
Keterbatasan air bersih tersebut kerap membuat kebersihan peralatan makan, bahan pangan, serta perilaku cuci tangan menjadi terabaikan oleh sebagian warga.
"Diare bukan sekadar gangguan pencernaan biasa karena tanpa penanganan tepat dapat menyebabkan tubuh kehilangan cairan secara drastis hingga berujung dehidrasi berat," ujar Jaya.
Dia menjelaskan, kelompok balita dan anak-anak merupakan pihak yang paling rentan menghadapi bahaya komplikasi dehidrasi akibat serangan penyakit pencernaan tersebut.
Penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), imbuh Jaya, menjadi benteng pertahanan utama dalam mengelola konsumsi air dan kebersihan lingkungan tempat tinggal.
"Masyarakat wajib memastikan air minum direbus hingga mendidih sempurna serta selalu mencuci tangan memakai sabun di bawah air mengalir," tutur Jaya.
Pertolongan pertama saat anggota keluarga terserang diare, ujar Jaya, difokuskan pada penggantian cairan tubuh melalui pemberian minum ekstra dan larutan oralit.
Dia menyebutkan, tanda bahaya dehidrasi yang harus diwaspadai sejak dini mencakup rasa haus ekstrem, bibir kering, jarang buang air kecil, lemas, hingga mata cekung.
"Jika pasien mengalami gejala dehidrasi berat, segera bawa ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat agar memperoleh penanganan medis secepatnya," jelas Jaya.
Sebanyak 188 puskesmas dan puluhan rumah sakit di seluruh kabupaten dan kota se-Kaltim disiagakan untuk memantau perkembangan kasus penyakit sensitif iklim.
Dinas Kesehatan Kaltim juga menguatkan ketersediaan logistik obat pencernaan serta vitamin bagi masyarakat di wilayah yang terdampak kekeringan.
"Kesadaran dan kedisiplinan warga menjaga kebersihan diri serta lingkungan sangat menentukan keberhasilan kita mencegah penularan penyakit selama kemarau," kata Jaya menegaskan.
Pewarta: Ahmad Rifandi
Editor : Rahmad
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.