Dinas Perdagangan Balikpapan minta distributor beras taati HET - ANTARA News Kalimantan Timur

July 2026 · 2 minute read
Kami minta distributor tidak menjual beras melebihi batas harga maksimal. Kalau aturan ini dipatuhi, beban masyarakat bisa ditekan atau berkurang

Balikpapan (ANTARA) - Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Balikpapan meminta seluruh distributor mematuhi ketentuan pemerintah tentang batas harga jual beras di pasaran, yakni maksimal lima persen di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Kami minta distributor tidak menjual beras melebihi batas harga maksimal. Kalau aturan ini dipatuhi, beban masyarakat bisa ditekan atau berkurang,” kata Kepala Disdag Balikpapan, Haemusri Umar, Kamis.

Ia menjelaskan, harga beras saat ini naik sekitar 12 persen. Kenaikan tersebut dipengaruhi meningkatnya harga gabah di tingkat produsen serta biaya angkut yang terus naik. Kondisi ini diperkuat oleh ketergantungan Balikpapan terhadap pasokan pangan dari luar daerah, terutama dari Kalimantan Selatan, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan.

Harga beras kemasan lima kilogram di Balikpapan saat ini bervariasi antara Rp77.000 hingga Rp91.000 tergantung merek dan lokasi pembelian. Di swalayan lokal seperti Maxi Swalayan, beras premium dijual sekitar Rp77.000, sementara di pasar tradisional seperti Pasar Pandansari harganya sempat mencapai Rp91.000. Untuk merek premium tertentu di ritel modern atau distributor, harga berada pada kisaran Rp81.000 hingga Rp107.000.

“Oleh Karena itu kami menjaga komunikasi dengan distributor agar pasokan tetap lancar dan stok tetap tersedia,” jelas Haemusri.

Sebagai langkah menjaga stabilitas harga, Dinas Perdagangan rutin menggelar pasar murah dengan melibatkan distributor, pelaku usaha, BUMN, organisasi kemasyarakatan, dan pemangku kepentingan lainnya. Pemerintah juga bekerja sama dengan Kadin dan Baznas untuk memberikan subsidi pada sejumlah komoditas. “Subsidi Rp5.000 untuk beras kemasan lima kilogram menjadi salah satu bentuk bantuan,” kata Haemusri.

Ia memastikan Disdag terus memantau perkembangan harga di seluruh pasar tradisional maupun modern di Balikpapan. “Kami memperkuat pengawasan dan memastikan stok tetap tersedia agar masyarakat tidak kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari,” demikian Haemusri. (Adv/Diskominfo Balikpapan)

Pewarta: Novi Abdi
Editor : Helti Marini S

COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.