Dikira Gratis, Ternyata Pesan Air Hangat di Kafe Ditagih Rp6 Ribu!

September 2026 ยท 3 minute read

Jakarta -

Seorang pelanggan kesal ketika pesan segelas air hangat di kafe. Ia mengira harganya setidaknya murah, tetapi ternyata ditagih hampir Rp7 ribu!

Beberapa restoran atau kafe memberikan air hangat atau air putih gratis ke pelanggan. Namun, tidak semua kafe seperti itu. Pelanggan tetap harus siap ketika ditagih biaya untuk pesanan air hangat.

Seorang pelanggan di Singapura terkejut ketika pesan air hangat di kafe. Dalam unggahan grup Facebook Complaint Singapore, pelanggan anonim ini mengunggah foto struk tagihan makannya di sana dan menyatakan ketidakpercayaan atas biaya tambahan tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pelanggan ini tidak mengungkap nama dan lokasi kafenya. Ia hanya memperlihatkan foto struk yang tertera pesanan segelas air hangatnya dibanderol 0.50 SGD atau sekitar Rp6,985.

Ia juga menunjukkan pesanan air hangatnya yang disajikan dalam cangkir putih kecil, lapor theindependent.sg (19/9).

"Segelas kecil air hangat harganya 0.50 dollar. Benarkah air semahal itu di Singapura?" ujarnya dalam unggahan.

Dikira Gratis, Ternyata Pesan Air Hangat di Kafe Ditagih Rp6 Ribu!Pelanggan ini menunjukkan bukti struk tagihan atas air hangatnya. Foto: Complaint Singapore / Thevan Thiran

Hal ini memicu beragam reaksi dari netizen. Sebagian netizen ikut terkejut dengan harga tambahan tersebut, tetapi tidak sedikit juga yang merasa penambahan biaya ini wajar.
Sembunyikan kutipan teks

"Saya merasakan hal yang sama," ujar seorang netizen yang dikenakan tagihan S$0,30 (Rp4,191) untuk segelas air panas.

Seorang netizen berkomentar, "Kamu sebaiknya membuka toko dan membiarkan orang-orang minum air putih secara gratis. Kamu akan menjadi pengusaha yang sukses."

Netizen lain menganggap harga 50 sen sudah murah jika dibandingkan dengan beberapa tempat lain. Pasalnya, beberapa tempat justru menagih biaya air hangat sebesar S$1,5 atau sekitar Rp20.957.

Dikira Gratis, Ternyata Pesan Air Hangat di Kafe Ditagih Rp6 Ribu!Air hangat di Singapura ini dibanderol dengan harga yang menurut pelanggan ini mahal. Foto: Complaint Singapore / Thevan Thiran

Ada juga yang menyindir pelanggan ini dengan mengungkap, "Lain kali bawalah kursi, kerja, cangkir, kipas angin, dan bekerja sendiri."

Sedangkan beberapa netizen lain menjelaskan alasan sebuah kios atau kafe mungkin mengenakan biaya tambahan cukup besar untuk segelas air hangat.

Salah satu netizen menjelaskan jika air panas tidak gratis karena harus dipanaskan dengan listrik yang mana akan menambah biaya operasional sebuah kafe atau gerai.

"Warung tempat Anda memesan air hangat itu juga perlu sewa tempat usaha yang terkenal mahal. Staf yang menyajikan air panas kepada Anda juga tidak gratis, mereka perlu dibayar gajinya," ujar netizen ini.

Netizen tersebut lanjut berkomentar, "Para staf yang harus membersihkan dan mencuci cangkir bekas yang kotor setelahnya juga perlu dibayar gaji. Kalau tidak mau membayar 50 sen, pulang saja dan buat air panas sendiri."

Namun, di sisi lain, seorang netizen yang juga penjual kopi menganggap air hangat sebenarnya tidak berarti apa-apa.

Penjual yang sudah berjualan selama beberapa tahun ini mengungkap jika mereka secara rutin menggunakan air panas untuk mengepel lantai, mencuci barang, memanaskan cangkir, dan lain sebagainya.

(aqr/adr)